RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Majelis Taklim Perempuan (MTP) Ikatan Persatuan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Tulungagung menjalankan program Diklat Pemuliaan Jenazah Muslimah sebagai bagian dari penguatan pelayanan keagamaan berbasis masyarakat.
Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan perempuan dalam pengurusan jenazah muslimah sesuai tuntunan syariat Islam, sekaligus menjaga kehormatan dan martabat jenazah.
Kegiatan ini dilaksanakan secara berkeliling di seluruh kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Pendekatan tersebut dipilih agar penguatan kapasitas tidak terpusat di satu wilayah, melainkan merata hingga tingkat desa.
Setiap pelaksanaan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, umumnya perwakilan desa yang diharapkan menjadi rujukan di lingkungannya masing-masing.
Salah satu pelaksanaan diklat berlangsung pada 24–26 November 2025 di Masjid Nurul Ridlo, Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman. Kegiatan ini diikuti oleh 78 peserta dari seluruh desa di Kecamatan Kauman.
Selanjutnya, diklat serupa digelar pada 31 Januari 2026 di Kecamatan Kedungwaru dengan jumlah peserta mencapai 96 orang dari dua desa.
Materi diklat mencakup pemahaman syariat serta praktik teknis pengurusan jenazah muslimah, mulai dari tata cara memandikan, mengkafani, hingga adab pemuliaan jenazah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah SAW.
Penyampaian materi dipadukan dengan praktik langsung agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan aplikatif.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik pengurusan jenazah muslimah yang belum sepenuhnya sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Kondisi tersebut mendorong MTP IPHI Tulungagung untuk melakukan penguatan sumber daya manusia perempuan di tingkat akar rumput, terutama dalam pelaksanaan fardhu kifayah yang bersifat sensitif dan membutuhkan ketelitian.
Secara kelembagaan, Diklat Pemuliaan Jenazah Muslimah merupakan agenda MTP IPHI Kabupaten Tulungagung yang mendapat dukungan penuh dari IPHI Kabupaten Tulungagung.
IPHI sebagai organisasi kemasyarakatan yang bersifat netral memayungi beragam latar belakang pemahaman keagamaan, sehingga program pembinaan dapat diterima secara luas dan berjalan harmonis di tengah masyarakat.
Sebelum pelaksanaan di tingkat kecamatan, penguatan pemahaman terkait pemuliaan jenazah muslimah juga telah dilakukan melalui konferensi internal yang diikuti seluruh pengurus MTP IPHI Kabupaten Tulungagung pada 29 November 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 74 orang.
Ke depan, Diklat Pemuliaan Jenazah Muslimah akan terus menjadi program berkelanjutan yang dilaksanakan di seluruh kecamatan dengan dukungan IPHI Kabupaten Tulungagung serta kerja sama pemerintah daerah, camat, dan kepala desa.
Melalui program ini, MTP IPHI Tulungagung berupaya berkontribusi dalam membangun pelayanan keagamaan yang tertib, bermartabat, dan berakar kuat di masyarakat.[]









Comment