Naik Vespa dari Sigi ke Jakarta, Pasutri Tempuh Perjalanan Lintas Pulau Hadiri Muktamar V Wahdah Islamiyah

Nasional29 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Perjalanan menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah menjadi pengalaman istimewa bagi pasangan suami istri asal Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Ustaz Ahmad Hilir bersama istrinya, Norma, menempuh ribuan kilometer menggunakan sepeda motor Vespa demi menghadiri perhelatan nasional tersebut.

Ahmad merupakan Wakil Ketua DPD Wahdah Islamiyah Sigi, sedangkan Norma menjabat Sekretaris Departemen Pengembangan Usaha Muslimah Wahdah Islamiyah (MWD) Kabupaten Sigi. Keduanya tercatat sebagai kader Wahdah Islamiyah sejak 2019.

Bagi Ahmad, perjalanan tersebut bukan sekadar perjalanan menuju Jakarta. Perjalanan lintas pulau itu menjadi pengalaman spiritual sekaligus momentum mempererat ukhuwah dan mengenalkan dakwah Wahdah Islamiyah kepada masyarakat yang mereka temui sepanjang perjalanan.

“Ini adalah touring perdana kami berdua bersama istri, yang juga mahram saya. Karena beliau juga utusan resmi dari Muslimah Wahdah Sigi, kami sepakat mengambil jalur darat dan laut,” ujar Ahmad.

Perjalanan mereka dimulai dari Sigi menuju pelabuhan untuk menyeberangi Selat Makassar menggunakan kapal feri. Setelah transit di Balikpapan, perjalanan berlanjut menuju Surabaya.

Namun, perjalanan laut tersebut tidak berjalan mulus. Antrean kapal menjadi salah satu tantangan yang harus mereka hadapi.

“Harusnya kami sudah tiba pukul 7 malam, tapi karena antrean kapal yang panjang, kami baru bisa bongkar muat jam 3 subuh. Mengantre kapal feri itu jadi salah satu tantangan terberat,” kata Ahmad mengenang perjalanan tersebut.

Setelah beristirahat sejenak di Surabaya, Ahmad dan Norma kembali melanjutkan perjalanan pada Ahad (16/8/2026) siang. Mereka memilih jalur tengah Pulau Jawa dengan tujuan Yogyakarta.

Perjalanan membawa keduanya melintasi sejumlah kawasan, termasuk jalur di sekitar kaki Gunung Lawu. Di tengah perjalanan, keduanya harus menghadapi udara dingin dengan kondisi jalan yang cukup menantang.

“Masya Allah, pemandangannya luar biasa, tapi udaranya sangat dingin menusuk tulang karena sedang puncak dingin-dinginnya,” ujar Ahmad.

Karena waktu telah menunjukkan sekitar pukul 23.00, keduanya memutuskan beristirahat di Solo. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Yogyakarta, Bandung melalui Cianjur, dan Bogor.

Setelah menempuh perjalanan panjang, Ahmad dan Norma akhirnya tiba di arena Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta pada Kamis (20/8/2026) pagi dalam kondisi selamat.

Sepanjang perjalanan, Vespa yang mereka gunakan dilengkapi spanduk bertuliskan “Touring Kemerdekaan RI 78/81 – Road to Muktamar V Wahdah Islamiyah”. Kehadiran mereka menarik perhatian warga di sejumlah daerah yang dilalui.

Sejumlah warga bahkan menghampiri dan menanyakan asal serta tujuan perjalanan pasangan tersebut.

“Kalau ada warga lokal yang tanya, saya kelakar saja jawab, ‘Kami ini dari Sulawesi, dari Sigi, mau ke acara ormas terbesar ketiga di Indonesia!’” tutur Ahmad sambil tertawa.

Menurut Ahmad, interaksi sederhana dengan masyarakat tersebut justru menjadi bagian menarik dari perjalanan. Selain beristirahat dan menikmati perjalanan, mereka mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan warga sekaligus memperkenalkan Wahdah Islamiyah kepada masyarakat yang belum mengenal organisasi tersebut.

Bagi Ahmad, perjalanan panjang itu memberikan pelajaran bahwa jarak bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah perjalanan. Pengalaman, kebersamaan, dan interaksi dengan masyarakat justru menjadi bagian yang paling berharga.

“Jarak itu cuma angka. Yang paling berharga adalah pengalaman sepanjang perjalanan: merasakan letihnya, istirahat di warung-warung warga, dan berdialog langsung dengan masyarakat di sepanjang jalur. Siapa pun bisa menirunya, yang penting adalah keikhlasan dan kebersamaan,” pungkasnya.[]

Comment