![]() |
| Nelia |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Baru-baru ini terjadi kasus pembunuhan sadis satu keluarga di jalan Bojong Nangka 2 Rt 002/07 kelurahan Jatirahayu, Bekasi. Kejadian pembunuhan dirumah korban selasa pagi lalu (13/11/2018). Motifnya tengah didalami adalah karena masalah dendam.
Satu keluraga terdiri dari Suami Gaban Naingolan (38), istri Maya Boru Ambarita (37), serta kedua anaknya Sarah Boru Naingolan (9) dan Arya Nainggolan (7).
Kasus pembunuhan seperti ini hanyalah satu dari sekian banyak kasus pembunuhan di Negeri ini. Masalah yang sepele pun bisa berujung pada hilangnya nyawa.
Seperti kasus pembacokan Andika yang terjadi di Kota Depok, Jawa Barat dini hari (21/10/2018). Kejadian bermula dari saling ejek dengan beberapa pemuda saat berpapasan di Jalan, hingga insiden pembacokan terjadi dan menewaskan Andika Saputra (20).
Berapa nyawa tidak ada harganya disistem kapitalis saat ini. Pembunuhan terjado dengan berbagai macam motif. Sedangkan Islam sangat menghargai nyawa manusia. Islam melarang membunuh kecuali dengan alasan yang haq.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasûlullâh, apakah itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Syirik kepada Allâh, sihir, membunuh jiwa yang Allâh haramkan kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang yang berkecamuk, menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”. [HR al-Bukhâri, no. 2615, 6465; Muslim, no. 89]
Allah Berfirman:
“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu. sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi”. (QS. al-Maa’idah : 32).
Dalil ini menunjukkan Islam mengecam aksi pembunuhan dengan semena-mena dan dengan sangat jelas sekali Islam dengan tegas melarang membunuh jiwa manusia jika bukan dibenarkan oleh Syari’at Islam.
Dalam kondisi terntentu, pembunuhan tetap diperbolehkan dengan beberapa syarat dan aturan. Ada dua kondisi yang dibolehkan untuk menghilangkan nyawa manusia: membunuh ketika perperangan dan membunuh ketika menghukum. Membunuh dalam kedua kondisi ini diperbolehkan selama tidak berlebih-lebihan (QS: Al-Baqarah: 190). Konflik yang berimbas pada perperangan tentu membunuh antara satu sama lainnya tidak terelakkan.
Sesungguhnya dalam sistem Islam lah seluruh nyawa, harta, dan kehormatan kaum muslimin akan terjaga. Tidak ada kasus pembunuhan dengan semena-mena dan aniaya.
Adapun agama Islam maka ia telah mengeluarkan makhluk dari kegelapan kebodohan, kekufuran, kedholiman, permusuhan dan segala macam jenis kejelekan menuju cahaya ilmu dan iman, keyakinan dan keadilan, serta kasih sayang dan segala macam bentuk kebaikan, AllahTa’ala berfirman:
قال الله تعالى: { لَقَدۡ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ إِذۡ بَعَثَ فِيهِمۡ رَسُولٗا مِّنۡ أَنفُسِهِمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ١٦٤} ( سورة آل عمران : 164)
“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. QS al-Imran: (164).
Islamlah solusi tuntas atas permasalahan yang terjadi di Negeri ini termasuk kasus pembunuhan. Wallahua’lam bishawab.[]
Penulis adalah anggota komunitas Akademi Menulis Kreatif










Comment