Netral Urusan Palestina? Omong Kosong!

Opini2129 Views

 

 

Penulis:  DR. H. Busyairi Ali, S.H.I, M.H.I | Dosen dan Praktisi Hukum

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Ada sebagian besar orang Indonesia mengatakan ngapain ngurusin konflik Palestina Vs Israel? Sedangkan di dalam negeri kita sendiri masih banyak persoalan. Mereka mengatakan kejauhan mengurusi perang Palestina, sebaiknya kita netral saja.

Itulah sebagian narasi yang berselewaran di media sosial. Bersikap netral pada suatu persoalan itu ketika kita belum mengetahui data kebenaran dan kebatilan, kebaikan dan keburukan tapi ketika kita sudah mengetahui datanya maka netral itu omong kosong bahkan bisa menjadi sikap kebalikannya.

Palestina adalah urusan pendudukan/penjajahan, penjarahan bahkan upaya genosida yang dilakukan kaum lalim zionis Israel kepada rakyat Palestina yang sudah berlangsung 75 tahun, bahkan setiap dekade teritorial Palestina semakin mengecil. Tidak hanya itu rakyat Palestina bahkan dipenjara terbuka di Gaza dan tepi Barat yang setiap saat jika zionis Israel mau akan dengan mudah membombardir Palestina seperti yang terjadi dalam sebulan ini.

Bangkitnya poros perlawanan seperti Hamas, Jihad Islam dll itu merupakan bentuk kebangkitan mereka sebagai pihak yang dijajah untuk melawan entitas haram zionis Israel ini. Sudah berpuluh tahun puluhan resolusi PBB, perundingan damai tidak membuahkan hasil justeru rezim haram zionis Israel ini semakin semaunya memperlakukan rakyat Palestina.

Untuk merebut suatu kemerdekaan, terjadinya korban suatu keniscayaan, perang adalah niscaya seperti apa yang dialami bangsa kita Indonesia saat melawan penjajah berapa ratus ribu bahkan jutaan nyawa gugur untuk merebut kemerdekaan dari penjajah Belanda. Perlawanan rakyat kepada penjajah adalah sebagai bukti manusia bermental merdeka. Jika bangsa Indonesia pada waktu penjajahan tidak ada yang mau bangkit dan melawan, tidak mungkin kita punya negara sebesar Indonesia. Kemungkinan  sampai hari ini kita masih dijajah oleh mereka secara fisik.

Tidak usah menjadi Profesor Doktor untuk mengatakan bahwa rezim zionis Israel adalah rezim iblis. Kenapa? Karena rezim ini menghalalkan segala cara untuk menduduki tanah Palestina, bahkan seluruh resolusi PBB dilanggar, usaha perundingan dicibir. Bagaimana dalam 3 pekan ini justeru rezim lalim ini membombardir rakyat sipil yang terdiri dari balita, lansia, perempuan dan orang orang lemah. Tidak hanya itu, mereka menghancurkan infrastruktur publik di Gaza seperti rumah sakit, sekolah, pasar, masjid, gereja dll, ditambah pemutusan listrik, air bersih dan suplai makanan.

Ketika dengan nyata kita melihat hal ini apakah kita bersikap netral atau tidak tersentuh dengan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rezim iblis zionis Israel?

Mental merdeka tidak akan berpikir untuk netral atau tak tahu menahu atas agresi yang biadab ini. Sekecil-kecilnya dukungan kita kepada saudara kita di Palestina adalah doa. Kemudian setidaknya kita berperan untuk melawan perang narasi di media sosial, melawan bazer bazer zionis sawo matang dalam negeri. Aksi demonstrasi bela Palestina adalah bentuk dukungan kita kepada Palestina dan yang tak kalah pentingnya membaikot produk produk zionis Israel dan sekutunya.

Jadi jangan ragu menyuarakan dukungan atas kemerdekaan Palestina, gunakan jari jemari kita untuk melawan narasi narasi hoaks yang dishare oleh bazer zionis di medsos.

Terakhir, sebenarnya rezim zionis Israel itu seperti sarang laba laba.  Mereka lemah jika kita bersatu, baik dalam agama maupun kemanusiaan. Bagi insan merdeka tidak akan diam ketika ada penjajahan di belahan bumi ini.[]

Comment