Operasi Patuh Toba, Kasatlantas Polres Nias: Kami Terbitkan 125 Sanksi

Daerah, Kep. Nias1576 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – Satuan Lalu Lintas Polres Nias mencatat 55 lembar tilang dan 70 teguran tertulis selama pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2025 yang berlangsung sejak hari pertama hingga Jumat (18/7/2025).

Angka ini mencerminkan intensitas pelanggaran lalu lintas yang masih tinggi di wilayah hukum Polres Nias. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Nias, AKP Sonahami Lase, mengungkapkan bahwa pelanggaran minim penggunaan helm menjadi yang paling dominan ditemukan selama operasi ini.

Selain itu, kasus pengendara di bawah umur dan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas juga menjadi temuan utama petugas di lapangan.

“Dari hasil penindakan yang kami lakukan, pelanggaran terbanyak adalah tidak menggunakan helm, pengendara di bawah umur, dan melanggar rambu-rambu lalu lintas,” ungkap AKP Sonahami Lase saat dihubungi wartawan.

Untuk mengatasi tingginya angka pelanggaran tersebut, Satlantas Polres Nias tidak hanya mengandalkan penindakan berupa tilang. Berbagai upaya edukasi dan sosialisasi dilakukan secara komprehensif kepada masyarakat, khususnya para pengendara dan pengguna jalan.

Langkah-langkah yang ditempuh antara lain melakukan himbauan langsung kepada masyarakat, pembuatan spanduk dan papan pengumuman di lokasi strategis, serta penyebaran informasi melalui media sosial.

Tidak hanya itu, petugas juga aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan tempat-tempat keramaian untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas.

“Kami melakukan himbauan, pembuatan spanduk, papan pengumuman, melalui media himbauan, ke sekolah-sekolah dan ke tempat-tempat keramaian melaksanakan himbauan, patroli, pos padat pagi,” jelasnya.

Perhatian khusus diberikan kepada kalangan pelajar dan remaja yang masih belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Fenomena pengendara di bawah umur ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi pihak kepolisian, mengingat tingkat risiko kecelakaan yang lebih tinggi.

Kapolres Nias melalui Kasat Lantas AKP Sonahami Lase menekankan bahwa upaya meminimalisir tingkat kecelakaan di wilayah hukum Polres Nias menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan mengingat semakin tingginya penggunaan kendaraan bermotor saat ini, yang didominasi oleh kalangan pelajar dan remaja yang belum memiliki SIM.

Program edukasi yang dilakukan tidak hanya bersifat represif melalui penindakan, tetapi juga preventif melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang berkelanjutan.

“Upaya ini untuk mengubah perilaku pengendara menjadi lebih tertib dan bertanggung jawab di jalan raya,” ungkap pria berpangkat perwira pertama itu.

Operasi Patuh Toba 2025 yang dijalankan Polres Nias dan jajaran merupakan bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kepatuhan berlalu lintas di seluruh Indonesia.

Operasi ini tidak hanya fokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga pada aspek edukasi dan pencegahan.

Dengan total 125 tindakan yang terdiri dari 55 tilang dan 70 teguran tertulis, Satlantas Polres Nias menunjukkan komitmen serius dalam menegakkan aturan lalu lintas.

“Bukan sekadar angka penindakan, yang menjadi tujuan utama kami ialah terciptanya kesadaran masyarakat untuk patuh pada aturan lalu lintas,” imbuh Sonahami menutup.[]

Comment