Ormas Perempuan Indonesia Serukan Boikot Produk Pro-Israel

Nasional1714 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA–– Sejumlah organisasi perempuan Indonesia menyatakan sikap untuk memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel. Deklarasi bertajuk “Women’s Economic Boycott Against Pro-Israel Products” ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Aksi damai tersebut digelar di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, dan dihadiri oleh berbagai tokoh lintas profesi dan komunitas. Di antara yang hadir adalah aktivis dan pendakwah Ustadzah Neno Warisman, penulis dan produser film Asma Nadia, perwakilan komunitas Konghucu Lusi Supit, serta Ketua Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI) Mira Sumirat.

Dalam pernyataan sikapnya, mereka menyebut bahwa secara moral, logika (aqli), dan ajaran agama (naqli), boikot terhadap produk yang mendukung atau berafiliasi dengan Israel merupakan tindakan yang wajib dilakukan. Selain itu, membela Palestina disebut sebagai kewajiban kemanusiaan, bukan hanya isu keagamaan.

“Aksi ini bertujuan membangun solidaritas perempuan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya boikot sebagai bentuk tekanan terhadap penjajahan,” ujar salah satu panitia aksi, Marfuah.

Selain seruan boikot, aksi ini juga mendorong penguatan ekonomi alternatif melalui dukungan terhadap produk halal lokal dan UMKM. Menurut para penggagas, konsumsi bukan sekadar pilihan ekonomi, melainkan juga sikap politik.

Kegiatan berlangsung dalam suasana damai dan mencakup berbagai rangkaian, antara lain orasi dan doa bersama, pembentangan spanduk dan poster bertema boikot, kampanye #GantiProduk, panggung budaya, hingga penandatanganan deklarasi nasional boikot perempuan Indonesia.

Selain itu, edukasi kepada konsumen dilakukan melalui penyebaran infografis dan poster yang menjelaskan keterkaitan sejumlah produk dengan entitas pendukung Israel.

“Setelah orasi di Patung Kuda, peserta aksi akan berjalan secara tertib ke arah Kedutaan Besar Amerika Serikat, lalu membubarkan diri dengan damai,” ujar Marfuah menutup keterangannya.[]

Comment