Para Inovator Pamer Terobosan Atasi Sampah Plastik di IPPIN Jakarta

Nasional260 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah inovator Indonesia menampilkan berbagai solusi mutakhir pengelolaan sampah plastik dalam ajang Demo Day Indo-Pacific Plastics Innovation Network (IPPIN) Chapter Indonesia, yang digelar di Jakarta, Kamis (30/10/25).

Acara ini menjadi wadah bertemunya peneliti, pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan investor yang berupaya mencari jalan keluar dari krisis plastik yang kian mengkhawatirkan.

Program akselerator IPPIN merupakan kolaborasi antara Pemerintah Australia dan Aliansi untuk Mengakhiri Sampah Plastik (Alliance to End Plastic Waste). Pelaksanaannya di Indonesia digawangi oleh lembaga sains nasional Australia, CSIRO, bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kemitraan Aksi Plastik Nasional (NPAP), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

“Australia dan Indonesia memiliki tanggung jawab yang sama terhadap kesehatan lingkungan,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, dalam sambutannya. “Dukungan kami terhadap IPPIN merupakan bukti komitmen nyata dalam mengurangi sampah plastik di kawasan.”

Ketua Bersama NPAP Indonesia, Duta Besar Wahid Supriyadi, menyebutkan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan skala bagi inovasi berdampak tinggi.

“Kami berupaya menjembatani inovator dan wirausahawan dengan investor berdampak sosial agar solusi yang dihasilkan bisa diimplementasikan secara luas dan terukur,” katanya.

Direktur CSIRO untuk Asia Tenggara, Amelia Fyfield, menambahkan bahwa sejak 2022, IPPIN Chapter Indonesia telah mendukung 85 usaha rintisan yang fokus pada pengelolaan sampah di berbagai daerah.

“Kami ingin memastikan inovasi ini tidak berhenti di laboratorium, tapi benar-benar diterapkan di lapangan,” ujarnya.

Program IPPIN telah menyalurkan lebih dari Rp13 miliar untuk mendukung tim-tim terbaik, yang kemudian membuka peluang investasi bersama senilai serupa dari sektor industri dan lembaga donor. Sejak berdiri tiga tahun lalu, IPPIN telah mendukung 165 usaha di Indonesia, Vietnam, dan Thailand.

Beberapa inovator lokal mempresentasikan terobosan mereka di hadapan para pemangku kepentingan. Rebricks, misalnya, menghadirkan inovasi mengubah plastik non-daura ulang menjadi bahan bangunan seperti paving block dan bata ringan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah plastik bisa punya nilai ekonomi, bahkan menjadi material konstruksi yang kuat dan tahan lama,” kata Ignasia Arum, salah satu pendiri Rebricks.

Dari sektor pertanian, Daurulang.id memanfaatkan limbah organik rumah tangga untuk diolah menjadi kompos berkualitas tinggi.

“Kami bekerja dengan kelompok tani dan komunitas urban farming agar ekosistem daur ulang ini berkelanjutan,” ujar Hafiz Rahman, CEO Daurulang.id.

Sementara itu, Parongpong RAW Lab memperkenalkan sistem pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Kami membangun model ekonomi sirkular berbasis komunitas agar masyarakat juga mendapat manfaat finansial dari pengelolaan sampah,” tutur Andi Irawan, perwakilan Parongpong RAW Lab.

Gelaran Demo Day IPPIN menjadi panggung bagi kolaborasi lintas sektor untuk menjawab persoalan plastik dari hulu hingga hilir — bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga perubahan paradigma menuju ekonomi sirkular di Indonesia.[]

Comment