Para Pemimpin Negeri Islam, Nasionalisme dan Jeritan Anak-Anak Palestina yang Terjajah

Opini811 Views

 

 

Penulis : Yusriani Rini Lapeo, S.Pd, | Pemerhati Sosial

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– “(Mereka) tuli, bisu, lagi buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.” (QS.Al-Baqarah:18)

Gaza semakin memprihatinkan, seperti diungkap antara (13/5/25) setidaknya lebih dari 40.000 jiwa anak  kehilangan nyawa dan 500.000 lebih anak menderita kelaparan dan terancam kematian di Gaza.

Kebiadaban zionis Yahudi memang telah melewati batas kemanusiaan. Boikot, hujatan bahkan ancaman pun tak mampu menghentikan kebiadaban mereka yang membabi buta terhadap warga sipil di Gaza.

PBB yang selama ini dikenal sebagai agen perdamaian dunia juga tidak mampu berbuat atas kejahatan dan kekejaman zionis di Gaza, keberadaan PBB hanya sebagai fatamorgana pada sebuah kisah fiktif.

Meski demikian banyak dari kelompok muslim maupun non-muslim di dunia melakukan aksi-aksi bela Palestina, sayang itu saja tidak cukup. Zionis tidak peduli dan terus melakukan kebiadabannya dengan membunuh, memperkosa, menyiksa fisik rakyat Palestina.

Gaza bukan saja tentang wilayah yang diperebutkan, tetapi bungkamnya para penguasa negeri muslim saat anak-anak Gaza memanggil, memohon dan meminta perlindungan atas kebiadaban zionis.

Luka, nestapa diiringi darah mengakur di tubuh anak – anak tidak berdosa begitu nampak di depan mata tetapi penguasa-penguasa negeri muslim masih saja sibuk memperkaya diri, membangun hubungan bilateral dengan penguasa kafir Barat yang selama ini telah mendukung dan memberikan sumbangsih besar kepada Israel seperti militer dan persenjataannya dalam genosida di Palestina.

Jika ingin melihat munafiknya para penguasa negeri muslim, lihatlah apa yang terjadi di Gaza. Betapa suara tangis mereka tidak didengar. Lihatlah betapa air mata mereka tidak dipandang.  Lihatlah betapa jeritan mereka tidak dihiraukan, lihatlah betapa Gaza menjadi lautan darah.

Gaza adalah sebuah fakta yang kisahnya akan diangkat di dunia dan diadukan kepada Allah di akhirat. Mereka akan menuntut para penguasa negeri muslim atas apa yang menimpa mereka semwntara kita asik dengan kehidupan dunia. Bukankah kita paling bertanggung jawab atas Gaza?

Terjajahnya Gaza menjadi bukti  bahwa negeri-negeri Islam masih terbelenggu oleh pemikiran Barat. Terkotak kotak oleh pagar beton nasionalisme yang lebih menekankan kepentingan bangsa sendiri di atas bangsa lain. Hal ini perlu  namun apakah harus melupakan hak-hak hidup bangsa lain. Bukankah mereka juga manusia bahkan satu ikatan aqidah yang sama?

Sekat nasionalisme begitu kuat bagai benteng kokoh sehingga beberapa negara tetangga di sekitar Gaza tak mampu untuk menyelamatkan warga Palestina dengan bantuan-bantuan logistik, obat-obatan, makanan melalui negara tersebut. Bantuan ogistik itu pun terhambat dan tidak dapat diakses warga Palestina yang kelaparan.

Apa yang terjadi di Gaza adalah sebuah cermin kelemahan dan kegagalan para pemimpin negeri muslim di dunia.

Gaza Butuh Perisai

Dahulu Palestina adalah negeri yang diberkahi dikarenakan hampir semua penduduknya beriman; hanya takut dan tunduk kepada perintah dan larangan Allah. Namun kemudian perlahan menjadi lautan darah sejak Zionis Yahudi menjajah dan mengakuisisi tanah Palestina dengan pengusiran dan pembunuhan keji.

Sudah jutaan kaum Muslim mati dan menjadi syahid di sana. Sedikit pun demi Allah kita takkan mampu memperoleh kedudukan tertinggi yang dicapai oleh mereka. Mereka telah menggadaikan nyawa demi surga-Nya Allah.

Sekiranya kekuatan Islam global yang pernah ada masih berdiri sampai saat ini, maka kaum muslim akan menyapu ratakan para penjajah Zionis Yahudi biadab tersebut dengan jihad fi sabiilillah.

Pada zaman Rasulullah Saw, tidak semua Zionis Yahudi disamaratakan, namun kewaspadaan di masa lalu tetap berlaku sampai saat ini, licik dan tidak bisa dipercaya.

Sebagai contoh adalah gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya ternyata hanya merupakan tipu daya dan konspirasi busuk mereka untuk menghanguskan seluruh kaum muslimin di sana. Gencatan senjata yang mereka lakukan hanya sebagai strategi belaka akibat posisi mereka yang lemah oleh serangan Hamas, faksi-faksi jihad dan dibantu beberapa negara saat itu.

Bagaimana tidak, dahulu Allah telah murka akibat kesalahan mereka sendiri. Allah SWT berfirman:

“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa”. Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi.” (QS. Al-Baqarah :63–64)

Juga firman Allah yang artinya, “Dan mengapa setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Bahkan sebagian mereka tidak beriman.” (QS. Al-Baqarah: 100)

Dua ayat di atas menjadi bukti bahwa Yahudi yang kini dalam lingkaran zionis adalah golongan yang tercatat sebagai manusia pembangkang dan pembohong. Mereka selalu ingkar janji.

Kita berharap kepada para penguasa negeri muslim agar membuka mata dan hati mereka terhadap krisis kemanusiaan di sana. Karena apa yang terjadi di sana tidak ubahnya dengan apa yang terjadi di Bosnia Herzegovina. Bukan hanya genosida melainkan untuk menghapus penduduk negeri muslim dari tanah Palestina. Ketahuilah bahwa zionis yahudi tidak mempunyai hak atas kedaulatan wilayah tersebut.

Seiring dengan peringatan Allah terhadap zionis Yahudi dan kemenangan atas tanah Palestina, Allah SWT berfirman, “Kami wahyukan kepada Bani Israil di dalam Kitab (Taurat) itu, “Kamu benar-benar akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan benar-benar akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Apabila datang saat (kerusakan) yang pertama dari keduanya, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Itulah janji yang pasti terlaksana.” (QS Al-Isra:4- 5)

Ayat di atas menjelaskan tentang kerusakan yang dibuat zionis yahudi  yang dibalas Allah juga janji-Nya bahwa akan menghadurkan hamba-hamba yang beriman hingga berkuasa dan menjadi perisai atas Gaza.

Sejatinya hanya jihad dan persatuan Islam global di bawah satu bendera tauhid yang mampu menyelesaikan perkara Gaza. Wallahu’alam bisshawab.[]

Comment