RADARINDONESIANEWS.COM, MAKASSAR — Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Hasanuddin meluncurkan program pemberdayaan ekonomi “Sipakatau: Sinergi Penyintas TB Menuju Kemandirian Ekonomi sebagai Talenta Usaha” di Makassar, Rabu (20/8/2025).
Program ini ditujukan bagi penyintas tuberkulosis (TB) agar tidak hanya pulih secara medis, tetapi juga mampu bangkit secara ekonomi.
Pemberdayaan dilakukan melalui tiga jenis pelatihan, yakni pembuatan aksesori, produk anyaman tas, serta merajut dan pemasaran digital. Seluruh sesi dilaksanakan secara interaktif dengan melibatkan fasilitator dari pelaku UMKM lokal dan profesional di bidangnya.
Sebagai langkah awal, Sipakatau menyelenggarakan Pelatihan Kreatif Makrame bekerja sama dengan UMKM Grace Craft Macrame, Ridoh Challenge, serta Inkubator UMKM Kota Makassar. Kegiatan dibuka oleh Abdul Hamid, staf Bidang UKM dan Koperasi Dinas Koperasi UKMK Kota Makassar.
“Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga pelatihan kewirausahaan ini memberi manfaat nyata bagi para peserta,” ujarnya saat membuka acara.
Dalam sesi pelatihan, peserta belajar membuat strap telepon genggam, gelang makrame dengan alat, serta gelang makrame ikat tanpa alat. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias.
“Alhamdulillah, saya senang sekali diundang ke sini. Sudah lama ingin membuat gantungan HP sendiri, tapi tidak tahu caranya. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi tahu, dan semoga bisa menjadi ladang usaha,” kata Jiniwati, peserta asal Mamajang.
Melalui program ini, Sipakatau berharap penyintas TB dapat kembali produktif, mengembangkan usaha, serta mengubah stigma menjadi kekuatan ekonomi. Keterampilan makrame dipilih karena memiliki nilai ekonomis, kreatif, dan mudah diakses berbagai kalangan.[]














Comment