Peran Strategis dan Sinergi Media untuk Mewujudkan Harapan dan Tujuan Partai

Opini1081 Views

 

Penulis: Furqon Bunyamin Husein | Pemred Radar Indonesia News 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Dalam lanskap politik modern, media bukan lagi sekadar saluran informasi, tetapi telah menjadi arena strategis yang menentukan arah persepsi publik. Bagi sebuah partai politik, membangun sinergi dengan media merupakan kebutuhan mendasar untuk menjaga relevansi, memperluas jangkauan pesan, dan menguatkan citra di tengah persaingan politik yang kian kompleks.

Tak ubahnya sebuah perusahaan, Partai juga memerlukan tim yang kuat di bidang kehumasan atau yang kini lebih dikenal sebagai Public Relation. Peran kehumasan bisa dilakukan melalui kerjasama sinergis bidang humas sebuah partai dengan media.

Perlu digarisbawahi bahwa media dimaksud dalam hal ini bukan sosmed yang tidak memiliki aturan baku tentang pemberitaan dengan kerangka acuan yang jelas berdasar UU Pers No.40 tahun 1999 dengan Kode Etik Jurnalistik(KEJ) sebagai landasan dasar penulisan.

Bagi partai politik, peran media tidak berhenti pada pemberitaan kegiatan atau tokoh. Lebih dari itu, media berfungsi sebagai penghubung antara gagasan partai dengan realitas masyarakat.

Melalui pemberitaan yang akurat, narasi yang konsisten, dan penyajian yang menarik, visi serta program partai dapat diterjemahkan menjadi bahasa yang mudah dipahami publik. Tanpa media yang efektif, gagasan sebesar apa pun akan kehilangan gaungnya.

Selain peran tersebut di atas, media juga mampu menjadi strategic tool dalam kaitan positioning sebuah partai. Positioning sangat berbeda dengan pencitraan. Sinergi partai dengan media menjadi sebuah keniscayaan.

Sinergi antara partai dan media juga menyangkut aspek kepercayaan. Media yang mampu memahami arah perjuangan partai akan lebih mudah membangun framing positif yang sesuai fakta, tanpa jatuh pada propaganda dan pencitraan semata.

Hubungan yang saling menguntungkan ini menuntut keterbukaan data, kecepatan informasi, dan kesiapan merespons isu. Partai perlu mengedepankan profesionalisme dalam memberikan bahan liputan, sementara media menjaga integritas dan kredibilitasnya.

Harus diakui bahwa sinergi media di era digital tidak hanya menyasar platform konvensional seperti surat kabar, televisi, portal berita daring tapi juga kanal kreatif lain yang mampu menjangkau generasi muda. Pendekatan multiplatform memungkinkan pesan partai tersebar lebih cepat, meluas, dan interaktif.

Harapan dan tujuan partai — baik itu memenangkan pemilu, mengawal kebijakan publik, atau memperjuangkan tujuan tertentu — hanya akan tercapai jika publik merasa terhubung dan percaya. Di sinilah peran media menjadi vital, karena mampu menjadi jembatan antara visi partai dan kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, membangun sinergi media bukanlah proyek sesaat, melainkan investasi jangka panjang. Ia menuntut konsistensi narasi, keberanian menyampaikan kebenaran, dan komitmen membentuk opini publik yang sehat.

Tanpa itu semua, partai akan sulit mencapai tujuannya, sebab politik yang modern adalah politik komunikasi — dan komunikasi yang efektif hanya lahir dari kemitraan strategis dengan media.[]

Comment