PERFIMA dan Polri Deklarasikan Perang Melawan Pembajakan Film Digital

Hiburan65 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Industri perfilman Indonesia mulai menunjukkan perlawanan serius terhadap maraknya pembajakan digital dan kejahatan siber yang selama ini merugikan para kreator serta rumah produksi nasional.

Perkumpulan Film Musik dan Media (PERFIMA) Indonesia bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia memperkuat sinergi nasional untuk melindungi karya anak bangsa melalui Pertemuan Production House 2026 yang digelar di Ballroom Kebayoran Park Hotel, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Mei 2026.

Mengusung tema “Melindungi Karya Anak Bangsa di Era Digital: Sinergi Nasional Melawan Pembajakan dan Kejahatan Siber dalam Industri Perfilman”, forum tersebut mempertemukan pelaku industri film, rumah produksi, pemerintah, aparat penegak hukum, hingga insan pers dalam upaya bersama menghadapi ancaman pembajakan digital yang dinilai semakin masif.

Acara dibuka oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko yang mewakili Kepala Divisi Humas Mabes Polri. Dalam sambutannya, Trunoyudo menegaskan komitmen Polri untuk melindungi industri perfilman nasional dari praktik pembajakan.

“Polri hadir untuk menjaga industri perfilman Indonesia dari pembajakan. Dibutuhkan kolaborasi yang solid agar industri kreatif nasional dapat terus berkembang, aman, dan terlindungi,” ujar Trunoyudo.

Menurut dia, perlindungan terhadap hak cipta dan karya kreatif merupakan bagian penting dalam membangun industri kreatif yang adil, kompetitif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis kreativitas.

Forum tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor strategis, antara lain Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Sonny Hendra, Kompol Jeffrey Bram dari Dittipidsiber Bareskrim Polri, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia Fauzan Zidni, serta Ketua Lembaga Sensor Film RI Naswardi.

Dalam forum itu, peserta membahas sejumlah persoalan krusial, mulai dari keamanan digital, perlindungan hak cipta, tantangan distribusi konten di era digital, hingga strategi pemberantasan pembajakan film yang dinilai menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan industri perfilman nasional.

Diskusi interaktif antara peserta dan narasumber juga digelar guna memperkuat sinergi nasional dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks.

Ketua Umum PERFIMA Muhammad Bagiono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk memperkuat perlindungan karya anak bangsa sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga industri perfilman melalui kerja sama lintas sektor.

Menurut dia, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan langkah konkret dan kolaborasi berkelanjutan antara industri perfilman, pemerintah, dan aparat penegak hukum guna menciptakan ruang distribusi film yang lebih aman, legal, dan profesional.

Sinergi antara PERFIMA dan Polri itu sekaligus menjadi pesan bahwa perang melawan pembajakan film digital kini memasuki babak baru dengan keterlibatan langsung aparat penegak hukum demi menyelamatkan masa depan industri kreatif Indonesia.

Turut hadir dalam forum tersebut Wakil Sekjen PERFIMA Syamsul Adnan, Wasekjen SPRI Yosef Iskandar, serta sejumlah pimpinan organisasi lainnya.[]

Comment