RADARINDONESIANEWS. COM, TANGERANG -– Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rumah Sakit Kanker Dharmais bekerja sama dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), dan RW 016 Perumahan Griya Ciledug, Kota Tangerang, menggelar bakti sosial berupa sosialisasi dan pemeriksaan mamografi gratis di Sanggar Bundo, Perumahan Griya Ciledug, Sabtu, 4 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–14.00 WIB itu diikuti 50 peserta yang telah terdaftar sebelumnya. Acara diawali dengan registrasi, dilanjutkan sosialisasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara, kemudian pemeriksaan mamografi gratis oleh tim medis Rumah Sakit Kanker Dharmais.
Ketua Pengurus Dharma Wanita Persatuan Rumah Sakit Kanker Dharmais, Sri Sutji Gandawati, hadir didampingi Sekretaris DWP Deni Sampon beserta jajaran pengurus. Program tersebut merupakan inisiatif DWP sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan sekaligus upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan deteksi dini kanker payudara.
Acara dibuka oleh pembawa acara Hawilawati yang mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker payudara. Ia mengutip data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 yang diterbitkan International Agency for Research on Cancer (IARC) di bawah naungan World Health Organization (WHO).
Data tersebut menunjukkan Indonesia mencatat 408.661 kasus kanker baru pada 2022. Sebanyak 66.271 kasus di antaranya merupakan kanker payudara.
Menurut Hawilawati, masih banyak perempuan mengetahui dirinya mengidap kanker payudara setelah penyakit memasuki stadium lanjut.
Padahal, lanjutnya, deteksi sejak stadium awal dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan secara signifikan. Karena itu, kesadaran melakukan pemeriksaan dini menjadi kunci menekan angka kematian akibat kanker payudara.
Pada sesi edukasi, dr. Tendri menjelaskan berbagai faktor risiko kanker payudara, pentingnya deteksi dini, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan setiap perempuan. Ia mengatakan masih banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut sehingga penanganannya menjadi lebih kompleks.
“Karena itu, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat memegang peranan penting dalam menekan angka kematian akibat kanker payudara,” ujar dr. Tendri.
Ia mengimbau setiap perempuan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) setiap bulan agar mengenali kondisi normal payudaranya. Selain itu, perempuan juga dianjurkan menjalani SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) secara berkala oleh tenaga kesehatan.
Bila diperlukan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan mamografi maupun USG payudara sesuai usia dan indikasi medis.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mendapat penjelasan mengenai tanda-tanda kanker payudara yang perlu diwaspadai, antara lain perubahan bentuk atau ukuran payudara, munculnya benjolan pada payudara maupun ketiak, nyeri yang tidak biasa, penebalan kulit, kulit menyerupai kulit jeruk (peau d’orange), pengerutan kulit, keluarnya cairan dari puting selain ASI, puting tertarik ke dalam, hingga luka pada payudara yang tidak kunjung sembuh.
Selain pemeriksaan rutin, dr. Tendri mengajak peserta menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan ideal, berolahraga sedikitnya 30 menit setiap hari, menghindari rokok dan paparan asap rokok, tidak mengonsumsi alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sesuai anjuran tenaga medis.
Menutup sesi sosialisasi dan diskusi interaktif, peserta kembali diingatkan agar tidak menunggu munculnya gejala untuk mulai memeriksakan kesehatan.
“Jangan menunggu gejala datang untuk mulai peduli. Kepedulian hari ini adalah perlindungan bagi hari esok.”
Usai sosialisasi, peserta menjalani pemeriksaan mamografi di Bus Mamografi Rumah Sakit Kanker Dharmais hingga pukul 14.00 WIB. Pemeriksaan dilakukan oleh tim radiologi yang terdiri atas Yernaliza, SST, dan Adi Supriyati, S.Tr.Kes., dengan mengedepankan standar pelayanan yang aman, nyaman, dan profesional.
Sebelum pemeriksaan, peserta diberikan penjelasan mengenai persiapan yang harus dilakukan, seperti mengenakan pakaian berkancing depan serta tidak menggunakan deodoran, bedak, lotion, maupun parfum di area payudara dan ketiak agar hasil pemeriksaan lebih akurat.
Kolaborasi antara DWP Rumah Sakit Kanker Dharmais, Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, Yayasan Kanker Payudara Indonesia, dan RW 016 Perumahan Griya Ciledug menjadi bentuk sinergi dalam memperluas edukasi sekaligus pelayanan kesehatan preventif kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap semakin banyak perempuan memiliki kesadaran untuk melakukan SADARI, pemeriksaan klinis, maupun mamografi secara berkala sehingga kanker payudara dapat dideteksi lebih awal, ditangani lebih cepat, dan peluang kesembuhan semakin besar.[]












Comment