RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Bahas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan serta rencana strategis pelaksanaan program Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Nias dan BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli menggelar forum komunikasi semester satu.
Berlangsung di ruang Gido lantai tiga Kantor Bupati Nias, Senin (7/7/2025), forum ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Nias, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nias, serta para Kepala OPD terkait.
Dalam penyampaian Sekretaris Daerah Kabupaten Nias, Samson P. Zai menilai forum ini sangat penting untuk dapat terus menunjang layanan kesehatan kepada masyarakat.
Ia pun berharap forum ini dapat menciptakan formula yang lebih baik lagi, khususnya pada bidang cakupan kepesertaan dan layanan melalui sumbangsih saran dan masukan dari peserta forum.
“Rapat ini sangat penting karena berkaitan dengan kegiatan BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucap Samson.
“Mari berikan solusi terhadap kendala-kendala yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan. Kita jangan terpaku pada keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai sebelumnya tetapi harus berinovasi untuk menjadi lebih baik lagi,” sambungnya.
Sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Nancy Agitha pada paparannya menjelaskan bahwa menghadirkan layanan yang berkualitas kepada peserta JKN merupakan komitmen BPJS Kesehatan yang menjunjung nilai Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif (INISIATIF).
Selain itu, kata Nancy, melakukan perbaikan mutu layanan bersama-sama fasilitas kesehatan (faskes) yakni mudah, cepat dan setara adalah hal yang tidak dapat dikesampingkan.
“Bagi peserta JKN diharapkan untuk mengikuti alur pelayanan kesehatan. Dalam hal ini, pasien terlebih dahulu harus mendatangi faskes tingkat pertama seperti puskesmas, dokter praktik perorangan, klinik pratama. Selanjutnya, pasien akan mendapatkan rekomendasi rujukan oleh dokter untuk berobat ke rumah sakit sekunder yaitu rumah sakit pemerintah, TNI/POLRI atau rumah sakit swasta,” papar Nancy.
Diketahui faskes tingkat pertama yang ada di Kabupaten Nias berjumlah 12 puskesmas dan 1 klinik pratama. Sementara faskes rujukan tingkat lanjutan yaitu rumah sakit pemerintah yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Nias yaitu RSUD dr. M. Thomsen Nias.
Nancy juga berharap kepesertaan JKN di Kabupaten Nias dapat terus meningkat dengan tetap mempertahankan cakupan minimal 98 persen dari jumlah penduduk. Upaya peningkatan dapat dilakkan dengan melakukan pendataan kepada seluruh masyarakat yang belum masuk dalam cakupan JKN.
Hal ini tentunya bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang terjangkau. Selain itu, upaya lainnya adalah iuran yang menjadi kewajiban agar segera dibayarkan tepat waktu.
Tidak hanya itu, Nancy juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nias terkait kemudahan sarana prasarana di UPTD RSUD dr.M.Thomsen Nias serta dukungan terhadap peningkatan mutu.[] layanan.
Reporter : Albert









Comment