Petualangan Sains dan Jejak di Tanah Pasundan

RADARINDONESIANEWS.COM, BANDUNG — Suasana belajar berbeda dirasakan siswa kelas 3 SDIT Insantama Bandung saat mengikuti kegiatan visiting class bertema “Petualangan Sains dan Jejak di Tanah Pasundan”, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya materi tentang energi serta hubungan manusia dengan lingkungan.

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Puspa Iptek Sundial. Di lokasi ini, para siswa diperkenalkan secara langsung pada beragam konsep energi melalui sekitar 180 alat peraga interaktif.

Pembelajaran yang sebelumnya hanya bersifat teoritis di kelas, kini dapat mereka lihat dan rasakan secara nyata.
Kegiatan diawali dengan shalat Dhuha bersama, kemudian rombongan berangkat menggunakan angkutan kota sambil melantunkan dzikir pagi.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, para siswa disambut pemandu yang langsung mengenalkan ikon utama berupa jam matahari raksasa yang berfungsi sebagai penunjuk waktu sekaligus bagian dari struktur bangunan.

Dengan penuh antusias, siswa mencoba berbagai wahana edukatif seperti sepeda gantung, bola melayang, generator listrik statis Van de Graaff, kursi berpaku, hingga beragam ilusi optik dan permainan logika.

Antusiasme mereka terlihat saat hampir seluruh siswa berebut kesempatan mencoba sepeda gantung. Bahkan, petugas setempat mengapresiasi keberanian mereka.

Pengalaman belajar semakin menarik saat siswa mengikuti wahana realitas virtual bertajuk “Misi ke Bulan”. Melalui simulasi ini, mereka diajak merasakan sensasi menjadi astronot yang menjelajah luar angkasa, lengkap dengan efek gerak kursi yang menyerupai kondisi nyata.

Usai dari Puspa Iptek, rombongan melanjutkan perjalanan ke Situ Ciburuy. Setelah melaksanakan shalat Zuhur, siswa beristirahat sambil menikmati hidangan ringan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyusuri danau menggunakan perahu.

Dari atas perahu, siswa dapat menyaksikan keindahan alam sekitar, mulai dari perbukitan, permukiman warga, hingga ekosistem perairan.

Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam memahami materi IPAS tentang lingkungan secara kontekstual.
Para guru juga memberikan penjelasan mengenai asal-usul Situ Ciburuy, sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual.

Siswa diajak merenungkan kebesaran Allah SWT melalui ciptaan-Nya, serta pentingnya menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur.

Kegiatan ditutup dengan pengisian lembar kerja peserta didik (LKPD) dan aksi sederhana menjaga kebersihan lingkungan melalui “operasi semut” di area sekitar. Rombongan kemudian berpamitan kepada warga setempat yang telah menerima mereka dengan hangat.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung yang memperkuat pemahaman, kepedulian lingkungan, serta nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.[]

Comment