Piksel, Platform Geospasial Baru untuk Perkuat Pengelolaan Pesisir Indonesia

Teknologi91 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Badan Informasi Geospasial (BIG) bersama Geoscience Australia (GA) meluncurkan Piksel, platform analisis observasi bumi nasional yang dirancang untuk memperkuat kemampuan Indonesia memetakan, memantau, dan mengelola wilayah pesisir serta kelautan secara berkelanjutan.

Platform tersebut dikembangkan berdasarkan nota kesepahaman BIG dan GA pada 2025. Piksel merupakan bagian dari Kemitraan Maritim Australia-Asia Tenggara dan kerja sama maritim bilateral kedua negara.

Pelaksana Tugas Kepala BIG Mohamad Arief Syafi’i mengatakan tantangan pengelolaan data geospasial bukan semata soal memperoleh data, melainkan mengolah data dalam jumlah besar menjadi informasi yang dapat digunakan secara cepat dan efisien.

“Tantangannya bukan hanya terletak pada perolehan data. Tantangan yang jauh lebih besar adalah mengolah data dalam jumlah yang sangat besar tersebut menjadi informasi yang bermanfaat dengan cepat, efisien, dan dapat diakses oleh berbagai pemangku kepentingan,” kata Arief dalam sambutannya, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, keberadaan platform tersebut diharapkan memperkuat dukungan BIG terhadap berbagai lembaga yang bergerak di sektor maritim.

Geoscience Australia menilai kerja sama tersebut penting bagi penguatan pengelolaan sumber daya pesisir Indonesia.

Australia dan Indonesia, sebagai mitra maritim, juga memiliki kepentingan bersama dalam mendorong ekonomi biru yang berkelanjutan serta menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya kelautan.

A/g Oceans, Reefs, Coasts and the Antarctic Branch Head Geoscience Australia Lauren Power mengatakan Piksel memungkinkan pejabat dan peneliti Indonesia melakukan analisis lingkungan dalam skala nasional.

“Piksel akan memungkinkan para pejabat dan peneliti Indonesia melakukan analisis lingkungan berskala nasional guna menghasilkan produk pemetaan yang berdampak dan hemat biaya dari citra satelit,” ujar Lauren.

Ia mengatakan platform tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai produk pemetaan pesisir dan kelautan, termasuk Ina Coastlines.

Produk itu menyediakan data geospasial dasar yang dibutuhkan untuk pengelolaan sumber daya kelautan dan perencanaan tata ruang laut.

Peluncuran Piksel menjadi bagian dari penguatan kemitraan maritim Australia dan Indonesia. Kedua negara sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk meningkatkan kerja sama maritim guna mendukung kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.

Komitmen tersebut diumumkan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Mei 2025.

Kerja sama melalui Piksel memperluas kolaborasi kedua negara dari aspek kemitraan maritim menuju pemanfaatan teknologi geospasial dan observasi bumi untuk pengelolaan lingkungan pesisir dan kelautan.[]

Comment