RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nias, Leonard Tulus M. Panjaitan menegaskan komitmen pihaknya untuk mewujudkan “Nias Terang”.
Hal tersebut ia sampaikan dalam Focus Grup Discussion (FGD) yang digelar Pemerintah Kabupaten Nias melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Selasa (9/12/2025), bertempat di aula Paroki Kristus Raja Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara.
Pada ruang diskusi dalam forum tersebut, peran PLN menjadi sorotan sejumlah pihak. Mulai dari pemadaman listrik yang tidak terjadwal, tali listrik yang kendor hingga pembahasan potensi gangguan jaringan akibat pohon tumbang.
Menyikapi serangkaian kritik maupun saran yang dilayangkan kepada instansi yang dipimpinnya, Leonard menerangkan bahwa keadaan jaringan listrik di wilayah Kepulauan Nias disaat cuaca ekstrim dua pekan terakhir mengalami kerusakan.
“Cuaca ekstrem di tanggal 24 sampai dengan 27 November lalu, itu banyak aset kami (PLN-red) yang mengalami kerusakan,” ungkap Leonard dihadapan sejumlah unsur Forkopimda dan elemen masyarakat.
Meski dalam keadaan cuaca buruk sekalipun, lanjut Leonard, untuk meminimalisir pemadaman listrik yang berkepanjangan, pihaknya tetap berupaya memulihkan gangguan listrik dengan memperhatikan keselamatan kerja personil yang turun ke lapangan.
“Kita patut bersyukur, kita masih memiliki semangat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Pada kesempatan ini pula dengan tegas kami menyampaikan bahwa kami membuka diri untuk bersama-sama memitigasi dan menyiapkan langkah-langkah apa yang akan kita lakukan jika kondisi bencana terjadi,” ucap Leonard tegas.
Dalam forum tersebut, Leonard tidak lupa mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas didekat jaringan listrik. Ia juga mengajak masyarakat untuk melaporkan potensi gangguan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau contact center PLN 123.
Adapun pihak yang dilibatkan dalam FGD ini, yakni dari unsur TNI, Polri, BUMN, BUMD, instansi pemerintahan, organisasi masyarakat, hingga relawan kebencanaan, serta insan media.[]











Comment