Prof. Mahfud MD: Hukum dan Integritas Kunci Memutus Rantai Korupsi di Indonesia

Hukum1483 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA -— Universitas Paramadina kembali menggelar program Meet The Leaders dengan menghadirkan Prof. Dr. Mahfud MD sebagai pembicara utama dalam seminar bertema “Lead With Law, Stand With Integrity: Break The Chain of Corruption in Indonesia”, di Universitas Paramadina Kampus Kuningan, Trinity Tower Lt.45 Jl. HR Rasuna Said Kav. C22, Jakarta Selatan, Sabtu (28/6).

Acara dibuka oleh Rektor Universitas Paramadina, Prof. Dr. Didik J. Rachbini, yang menekankan pentingnya kepemimpinan berintegritas dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi.

Dalam pemaparannya, Prof. Mahfud MD menegaskan bahwa negara hukum adalah syarat utama bagi keberlangsungan demokrasi dan perlindungan warga. “Lebih baik 60 tahun dengan polisi yang buruk, daripada satu malam tanpa polisi. Tanpa hukum dan aparat, masyarakat akan hidup dalam kekacauan,” ujarnya.

Ia mengkritik dinamika hukum-politik Indonesia yang tidak stabil. Pada masa awal reformasi, menurutnya, penegakan hukum dan demokrasi berjalan beriringan. Namun, memasuki periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, terjadi kemunduran. “Korupsi marak, hukum dipermainkan, dan suara rakyat diperjualbelikan,” kata mantan Menko Polhukam itu.

Mahfud juga mengutip buku Paradox Indonesia karya Prabowo Subianto yang menyoroti kerusakan sistemik akibat dominasi oligarki. Ia menyebut delapan paradoks utama yang membuat rakyat miskin di tengah kekayaan alam yang melimpah, termasuk aliran kekayaan ke luar negeri, ketimpangan ekonomi, hingga kerusakan lingkungan dan pencaplokan lahan negara.

“Bila indeks gini ratio terus di atas 0,4, Indonesia berada di ambang krisis sosial seperti yang terjadi di Timur Tengah,” tegasnya. Ia menambahkan, tindakan tegas Presiden Prabowo dalam menertibkan lahan sawit seluas 1,2 juta hektare adalah langkah awal yang patut diapresiasi.

Mahfud menutup paparannya dengan dua resep utama memberantas korupsi: menegakkan hukum secara adil dan mengejar koruptor hingga ke ujung dunia. “Negara tidak akan selamat jika hukum terus diabaikan,” pungkasnya.[]

Comment