Rakyat Kena Prank Kurs Dollar yang Hanya Rp8.170,65

Opini1008 Views

 

Penulis: Helmy Abud Bamatraf |
Political and Policy Literary Studies

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Fenomena nilai tukar dollar terhadap mata uang negara kita yang turun drastis setelah melonjak sebelumnya membuat geger publik.

Pada Sabtu (1/2) sore, Google tiba-tiba menampilkan informasi yang menunjukkan nilai tukar rupiah menguat lebih dari 50 persen terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Berdasarkan pantauan CNNIndonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di Google Finance tercatat sebesar Rp8.170.

Selain itu, rupiah juga mengalami penguatan terhadap mata uang Eropa, euro, yang tercatat berada di angka Rp8.348 per 1 euro.

Menanggapi hal ini, Bank Indonesia memberikan klarifikasi. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa data yang ditampilkan oleh Google tidak mencerminkan nilai tukar yang sebenarnya.

Menurut Ramdan, level nilai tukar USD/IDR Rp8.100-an seperti yang ada di Google bukan merupakan level yang seharusnya.

Ramdan juga menjelaskan bahwa menurut data Bank Indonesia, kurs pada 31 Januari 2025 tercatat di angka Rp16.312 per dolar AS. Bank Indonesia pun telah berkoordinasi dengan Google Indonesia untuk segera melakukan koreksi atas ketidaksesuaian tersebut.

Sementara itu, pihak Google mengakui adanya kesalahan dalam layanan Google Search. Seorang perwakilan Google Indonesia menjelaskan bahwa data yang digunakan oleh Google Search berasal dari pihak ketiga.

Google Indonesia menyadari adanya masalah yang memengaruhi informasi nilai tukar rupiah (IDR) di Google Search. Data konversi mata uang berasal dari sumber pihak ketiga.

Perwakilan Google Indonesia juga menyatakan bahwa mereka segera menghubungi pihak penyedia data tersebut untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.

Pihak Google Indonesia mengaku langsung menghubungi penyedia data untuk melakukan perbaikan secepat mungkin.

Hal tersebut tentu tidak masuk akal, karena melihat data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat nilai tukar dolar AS ke Rupiah berada di level 16.312 sementara Euro tercatat Rp 16.860.

Hal tersebut juga menjadi bahan pembicaraan semua kalangan, tanpa terkecuali deretan pejabat yang turut kaget atas informasi dari Google tersebut.

Salah satunya anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka yang turut mengabadikan skrinsutan nilai tukar dollar terhadap rupiah ke akun instagramnya dengan menyertakan kemungkinan setelahnya.

“Penelusuran GOOGLE

30 Januari 2025 1 USD senila Rp 16.255
31 Januari 2025 1 USD senilai Rp 16.171
1 Februar 2025 1 USD senilai Rp.8.170

Fenomena langka dolar se anjlok ini, diabadikan siapa tahu beneran.

Kalau memang benar akan berpengaruh ke harga-harga dalam negeri, terutama barang impor, ternasuk harga BBM”

Begitu paparnya dalam keterangan postingan di akun instagramnya, Sabtu (1/2/25).

Setelah adanya klarifikasi dari pihak Google itulah, warganet turut mempertanyakan siapa pihak ketiga yang memberikan data tidak akurat kepada Google tersebut?

Terdengar sepele memang namun fenomena itu tentu mengecewakan rakyat yang sudah berharap besar ekonomi negara kita juga akan membaik, seperti kemungkinan yang dipaparkan anggota DPR RI Rieke di akun medsosnya kemarin.

Berita anjloknya kurs dollar itu juga layaknya angin segar di tengah kondisi ekonomi masyarakat kita yang sedang tidak baik-baik saja karena persoalan UMR hingga lonjakan angka pengangguran.

Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena salah input data atau permainan oknum di seberang sana di tengah berbagai problem yang kini sedang dihadapi Indonesia.[]

Comment