RADARINDONESIANEWS .COM, BOGOR– — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar Retret PWI 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat profesionalisme, integritas, dan wawasan kebangsaan insan pers di tengah tantangan disinformasi dan dinamika informasi global.
Retret dibuka di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).
Pembukaan dilakukan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mewakili Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Hadir dalam pembukaan tersebut Ketua Umum PWI Akhmad Munir, Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, serta sejumlah pejabat BPSDM Pertahanan Kemhan.
Retret PWI 2026 mengusung tema Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional.
Kegiatan ini diikuti 160 peserta yang merupakan perwakilan PWI Pusat dan PWI Daerah dari seluruh Indonesia, dan berlangsung selama empat hari, 29 Januari hingga 1 Februari 2026.
Ketua Umum PWI Akhmad Munir mengatakan retret ini dirancang sebagai ruang pembelajaran dan refleksi bersama bagi insan pers. Menurut dia, wartawan dituntut tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.
“Retret ini menjadi ikhtiar PWI untuk membentuk wartawan yang kokoh secara etik dan profesional, sekaligus memiliki kesadaran kebangsaan dalam menghadapi disinformasi, polarisasi publik, dan dinamika informasi global,” kata Akhmad Munir.
Dalam sambutan Menteri Pertahanan yang dibacakan Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan, ditekankan bahwa pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik merupakan bagian penting dari ketahanan nasional.
“Pers yang profesional, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan menempati posisi strategis sebagai mitra negara dalam memperkuat persatuan dan keutuhan bangsa, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip independensi dan kebebasan pers sebagaimana dijamin konstitusi,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin dalam sambutannya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta kepada seluruh peserta Retret PWI 2026.
Para peserta kemudian menerima materi Building Learning Commitment (BLC) dan Pengantar Nilai Dasar Bela Negara sebagai bekal awal mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Turut hadir dalam acara pembukaan antara lain Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Pertahanan Kemhan Brigadir Jenderal TNI Ferry Trisnaputra, para pejabat Eselon II di lingkungan BPSDM Pertahanan Kemhan, serta jajaran pengurus PWI Pusat.[]









Comment