Rapimnas Pengembang Indonesia, Momentum Bahas Isu Strategis Perumahan

Nasional386 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, TANGERANG — Pengembang Indonesia (PI) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Sapphire Hotel & Conference, Tangerang, Kamis (18/9/2025). Forum ini menjadi ajang membahas berbagai isu strategis sektor perumahan di Tanah Air.

Acara yang dihadiri perwakilan DPD dari 17 provinsi itu dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan Mars Pengembang Indonesia, serta dimeriahkan dengan tari Betawi.

Sejumlah narasumber dari Kementerian Perumahan turut hadir, di antaranya Komisaris BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, S E, MBA, Dirjen Perumahan Pedesaan dan Kawasan Permukiman, Dr Drs Imran, M.Si, M.A, CD dan mitra strategis dari sektor swasta, seperti Direktur PT SMF dan PT Maju Bersama.

Ketua Panitia Rapimnas dengan tagline satu hektare satu Kecamatan  ini, Reza Fernadi, S.H, dalam laporannya menekankan pentingnya sinergi antara pengembang, pemerintah, dan perbankan untuk mewujudkan target pembangunan tiga juta rumah sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sponsor dan seluruh DPD Pengembang Indonesia atas kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan ini.

Dirjen Perumahan Pedesaan Kementerian PKP, Dr. Imran, M.Si., M.A., CD, menegaskan bahwa perumahan bukan sekadar bisnis, melainkan amanah konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 27 UUD 1945 yang menjamin hak rakyat atas hunian layak.
“Semua pengembang harus memberi pelayanan kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Imran menjelaskan, program pembangunan tiga juta rumah merupakan implementasi Perpres 12/2025. Ia menekankan pentingnya para pengembang memahami latar belakang kebijakan tersebut. “Tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan, mustahil target ini bisa tercapai,” katanya.

Merujuk pada data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Imran mengungkap masih ada backlog perumahan sekitar 9,9 juta unit yang perlu segera diatasi. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan tersedianya rumah layak, dengan sanitasi memadai dan lingkungan sehat.

“Hidup sehat dimulai dari rumah. Percuma bicara makanan bergizi bila rumah tidak sehat,” tegasnya.

Ia juga mengutip hasil kajian Universitas Indonesia yang menyebut sektor perumahan berkontribusi sekitar 2 persen terhadap capaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Dalam Rapimnas ini digelar MoU DPP Pengembang Indonesia dengan DPD PI Banten, Sumsel dan Sulsel serta diskusi panel yang mengupas lebih dalam persoalan perumahan nasional dan foto bersama.[]

Comment