Remaja Antara Sistem dan Pergaulan Tanpa Batas

Opini821 Views

 

Penulis : Irma Ismail | Penulis dan Aktivis Muslimah Balikpapan

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Kejadian di luar nalar kembali terjadi, seorang gadis berusia 16 tahun di Samarinda karena takut ketahuan hamil di luar nikah, dengan teganya menggorok leher bayinya yang baru saja dilahirkan di kamar mandi dengan pisau cukur alis, Selasa (12/9/2023).

Tangisan bayi terdengar oleh ibu sang gadis, dia pun datang untuk menyelamatkan dan segera membawa ke RS Abdoel Moeis. Kini polisi menetapkan sang gadis dan pacarnya sebagai tersangka.

Ini bukan kali pertama terjadi, bagaimana bayi tak berdosa harus meregang nyawa dengan cara-cara biadab yang dilakukan oleh ibu yang baru saja melahirkan atau orang di sekitarnya. Belum lagi kasus aborsi, bukan hanya janin yang gugur bahkan nyawa sang ibunya pun ikut melayang.

Sementara itu Ketua Pro Life (Perkumpulan Pencinta Kehidupan) Indonesia Kaltim Alfonsina menyebutkan saat ini di Indonesia terdapat sekitar 2,5 juta kasus aborsi setiap tahun serta 79 persen pelajar mengakses pornografi di saat jam belajar di sekolah, bahkan Indonesia menempati urutan ketujuh tertinggi negara di dunia pengakses situs pornografi di internet. Saat ini angka aborsi di Kaltim terus meningkat tajam bahkan khusus di Balikpapan sudah terjadi pada remaja usia 11-16 tahun.

Sementara itu Good Mention Institute yang dikutip dalam laporan estabillity tahun 2022 menyebut angka kehamilan yang tidak diinginkan di Indonesia selama 2015 hingga 2019 mencapai 40% dari jumlah kehamilan. Sungguh hal ini sangat memprihatinkan, di saat masa remaja diisi dengan berbagai kegiatan bermanfaat untuk bekal di masa depan harus pupus karena pergaulan bebas yang tanpa batas.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan tekhnologi yang setiap saat berkembang dan informasi yang terus menderas di media sosial dengan mudah didapatkan oleh para remaja.

Tayangan-tayangan yang penuh dengan konten porno dengan mudah di akses. Sangat amat mudah untuk akses, tidak dicaripun akan dengan bebas lewat di medsos. Tayangan porno mendewasakan remaja ini secara seksual tetapi tidak dalam berpikir. Kenapa hal liar ini bisa terus eksis bahkan semakin parah?

Kasus kehamilan di luar pernikahan, aborsi, membunuh bayi yang baru dilahirkan atau sengaja membuangnya bahkan tak sedikit pasangannya membunuh pacarnya dikarenakan tidak siap mempunyai anak. Apa yang ada dipikiran para remaja ini seolah berjalan dan berbuat tetatpi tak punya standar hidup yang jelas. Berbuat semaunya.

Pastinya itu bukanlah hal yang datang tiba-tiba. Ya ini semua ini adalah akibat dari sistem kehidupan sekuler yang saat ini sedang dijalankan di negeri ini. Memisahkan urusan agama dari urusan kehidupan dunia, menyandarkan pengaturan kehidupan berdasarkan akal semata, bermanfaat atau tidak. Dari sini maka lahirlah paham kebebasan atau liberalisme.

Manusia seolah dianggap paling tahu akan dirinya, maka paham ini membuat aturan atas kehidupannya. Sayangnya paham ini pun masuk ke remaja muslim, di mana Islam mempunyai aturan atas seluruh problematikan kehidupan. Remaja muslim pun jauh dari syariatnya sendiri.

Sistem sekuler pun mengaruskan hidup individualis, tidak mau mencampuri urusan orang lain. Maka bisa dibayangkan jika masyarakat penuh dengan mereka-mereka yang individual, kontrol masyarakat tidak akan berjalan. Terbukti dengan dalih urusan masing-masing dan tidak mau mencampuri urusan orang lain.

Sanksi hukum ada bagi mereka yang melanggar hukum, hanya saja hukum yang berlaku pun kadang tak sama untuk sebuah kasus kejahatan yang sama. Parahnya sanksi ini tak memberikan efek jera, berapa banyak kasus berulang dengan pelaku yang sama dan pelaku baru pun bermunculan untuk kasus yang sama.

Sungguh miris negeri ini dan negeri-negeri lain yang masih saja menjaga sistem kehidupan sekuler ini. Maka dapat dilihat, kejahatan tiap tahun terus meningkat.

Sebagai muslim patutlah kita menengok dan melihat bagaimana Islam mempunyai solusi untuk mencegah dan sanksi yang akan memberikan efek jera dan pencegah bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Islam memberikan aturan bagi pergaulan laki-laki dan perempuan. Diperkenankan berinteraksi dalam empat hal yaitu dalam perdagangan atau jual beli, pendidikan, kesehatan/berobat dan pinangan/ khitbah. Selain itu maka tidak boleh. Oleh karena itu, syariat Islam juga memberikan batasan apa saja bagi laki-laki dan perempuan ketika berada di tempat umum.

Pertama, Islam menjelaskan aturan berpakaian bagi laki-laki dan perempuan serta batasan aurat yang wajib untuk ditutupi. Kedua, laki-laki dan perempuan harus menundukkan pandangan mereka dan menjaga kesucian diri masing-masing.

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nur ayat 30-31:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya….”

Ketiga, laki-laki dan perempuan dilarang bertindak atau berbicara dengan cara-cara yang merayu atau menggoda lawan jenisnya. Empat, melarang laki-laki dan perempuan berduaan yang bukan mahramnya

Rasulullah saw. bersabda (artinya): “Janganlah sekali-kali seorang laki-laki dan perempuan berkhalwat, kecuali jika perempuan tersebut disertai mahramnya.” (HR Bukhari)

Kelima, Islam melarang ikhtilat (campur-baur) tanpa alasan syar’i di dalamnya. Sudah seharusnya keterpisahaan antara kehidupan laki-laki dan perempuan terjaga. Sebagai bukti, dalam aturan shaf atau barisan shalat perempuan yang terpisah dari shaf laki-laki.

Keenam, Islam juga mengatur safar atau perjalanan bagi perempuan. Sudah jelas bahwa tidak dibenarkan bagi perempuan melakukan perjalanan selama sehari semalam tanpa disertai mahram.

Demikianlah beberapa aturan yang mesti diketahui oleh kaum muslim, bagaimana orang tua menyiapkan anaknya menuju baligh sehingga setiap anak paham dan mengetahui bahwa kehidupan yang dia jalani adalah kehidupan bertanggung jawab langsung kepada Allah.

Pastinya negara juga berperan untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat paham akan hal ini. Maka dari sini jelas bahwa Islam selamatkan generasi dari gaul bebas. Sistem pergaulan dalam Islam dan sistem pendidikan Islam serta sistem lainnya menjauhkan remaja dari pacaran/ gaul bebas.

Oleh karena itu, sudah saatnya kaum muslim mempelajari Islam dengan menyeluruh untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dalam perkara ibadah saja.

Islam sebagai agama yang sempurna dan memberikan solusi bagi setiap problematika kehidupan, pastinya mempunyai perangkat agar syariat Islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan semua itu akan dapat dilaksanakan jika Islam teraplikasikan dalam kehidupan.[]

Comment