Remaja Hanyut di Kali Mampang Ditemukan Meninggal Dunia, Tim Gabungan Hentikan Operasi Pencarian

Metro476 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Seorang remaja bernama Muhammad Fabian Alfarizi (16) yang dilaporkan hanyut di Kali Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2025) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (31/10/2025) malam.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus dan menjadi sasaran pencarian dalam operasi gabungan yang dipusatkan di Posko Kantor Kelurahan Kuningan Barat, sejak Jumat malam pukul 23.00 WIB.

Kepala Tim Operasi SAR (Opsar) Gabungan Zainudin dari Kantor SAR (KANSAR) Jakarta menjelaskan, upaya pencarian dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk Polsek Mampang Prapatan, BPBD DKI Jakarta, Disgulkarmat, Satpol PP, TNI-Polri, Kelurahan Kuningan Barat, dan beberapa organisasi relawan seperti Human Initiative, RMI, DENTA UIN, dan Forum Tangsel.

“Kami membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU-1 melakukan penyisiran dari titik nol sampai Pintu Air Karet menggunakan tiga unit LCR, sedangkan SRU-2 melakukan pencarian dari Pintu Air Karet menuju Season City dengan satu unit LCR. Total area pencarian mencapai kurang lebih 9 kilometer,” terang Zainudin, Jumat (31/10/2025).

Operasi sempat dihentikan pada pukul 16.00 WIB karena kondisi mulai gelap. Tak lama kemudian, KANSAR menerima informasi penemuan Mr. X di wilayah Kelurahan Jati Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Jenazah segera dievakuasi oleh Polsek Palmerah dan dibawa ke RSCM untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan identifikasi oleh pihak keluarga, korban dinyatakan positif sesuai dengan ciri-ciri Muhammad Fabian Alfarizi, yaitu tinggi 160 cm, berbadan kurus, mengenakan kaos jersey merah dan celana training hitam bergaris kuning, serta memiliki bekas jahitan di kepala.

Usai proses identifikasi, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga di RW05 Poncol Jaya, Kuningan Barat, Jakarta Selatan untuk dimakamkan pada Sabtu pagi (1/11/2025).

“Rencana pemakaman di TPU wakaf Poncol Jaya RW 05 Kuningan Barat.” Ujar Isno kepada Radar Indonesia News, Sabtu (1/11/2025).

Operasi SAR gabungan kemudian resmi ditutup dengan apel penutupan yang dihadiri oleh unsur pimpinan, di antaranya Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Wahid Key, Camat Mampang Prapatan, dan Lurah Kuningan Barat Isno.

Total sebanyak 63 personel dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari:

KANSAR Jakarta: 6 orang, BPBD DKI Jakarta: 8 orang, Disgulkarmat: 7 orang, Satpol PP: 5 orang, Kelurahan Kuningan Barat: 12 orang, POLRI: 5 orang, TNI: 2 orang, Human Initiative: 6 orang, RMI: 4 orang, DENTA UIN: 4 orang dan Forum Tangsel: 4 orang.

Lurah Kuningan Barat Isno Usodo menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian.

Dia mengimbau orang tua agar menjaga dan memastikan anak tidak bermain atau berenang di kali terutama saat hujan dan banjir.

Terhadap peristiwa musibah ini Isno Usodo ikut prihatin dan ikut berduka cita yang mendalam.

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga diberi ketabahan,” imbuhnya.[]

Comment