RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Keyakinan pelaku bisnis Australia terhadap masa depan ekonomi Indonesia terus menguat. Hal itu tercermin dalam Survei Bisnis Australia di Asia Tenggara 2025 yang diluncurkan di Kedutaan Besar Australia di Jakarta.
Sebanyak 77 persen responden menyatakan ekspektasi peningkatan pendapatan dari operasional mereka di kawasan ASEAN, sementara 36 persen menempatkan Indonesia sebagai pasar prioritas untuk ekspansi.
Survei tahunan yang memasuki edisi kesembilan ini dilakukan oleh AustCham ASEAN bekerja sama dengan Universitas RMIT. Sebanyak lebih dari 350 perusahaan Australia yang beroperasi di Asia Tenggara memberikan wawasan terkait tren bisnis dan arah investasi kawasan.
Temuan tersebut dirilis bertepatan dengan peringatan lima tahun Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), yang dinilai turut memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Acara peluncuran digelar bersama Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, dan Duta Besar Australia untuk ASEAN, Tiffany McDonald. Momentum ini juga menandai masuknya program Invested: Strategi Ekonomi Asia Tenggara Australia hingga 2040 pada tahun ketiga pelaksanaannya.
Program tersebut telah mengidentifikasi lebih dari 21 miliar dolar peluang investasi di kawasan melalui tim khusus Deal Team yang bertugas membuka peluang bisnis lintas negara.
“Survei AustCham ASEAN memberikan gambaran berbasis data tentang tingkat kepercayaan sektor bisnis Australia di Asia Tenggara, dan Indonesia menonjol sebagai pasar yang berkembang pesat,” ujar Dubes Australia untuk ASEAN, Tiffany McDonald, dalam sambutannya.
Ia menyebut hasil survei selaras dengan upaya Australia memperkuat integrasi ekonomi regional hingga 2040.
Optimisme terhadap Indonesia semakin diperkuat oleh laporan terbaru Katalis bertajuk Unlocking Indonesia-Australia Investment and Australia-Indonesia Business Study.
Laporan tersebut menyoroti besarnya ukuran pasar Indonesia, potensi pertumbuhan ekonomi jangka panjang, serta kekayaan sumber daya alam sebagai magnet bagi investor Australia.
Australian Business Champion to Indonesia, Jennifer Westacott AC, menilai kunci utama bukan hanya pada besarnya peluang, tetapi juga pemahaman strategis untuk memanfaatkannya.
“Survei ini menjelaskan ‘mengapa’ Indonesia sangat menarik, sementara riset Katalis menjelaskan ‘bagaimana’ membangun kemitraan lokal, serta memaksimalkan sektor infrastruktur dan ekonomi hijau,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemahaman tersebut akan mendorong lebih banyak arus modal dari Australia ke Indonesia.
Pada 2024, ASEAN tercatat sebagai mitra dagang dua arah terbesar kedua bagi Australia dengan nilai mencapai AUD 195 miliar. Indonesia sendiri menempati posisi mitra dagang terbesar kesembilan dengan nilai perdagangan dua arah sebesar AUD 35,38 miliar, menunjukkan hubungan ekonomi yang terus berkembang.[]














Comment