Siti Sukaesih: Pentingnya Dakwah Ideologis

Berita1037 Views
Siti Sukaesih
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ketika kita mendengar kata dakwah tentu tidaklah asing karena kata tersebut merupakan kata familiar, aneh saja jika ada sebagian orang yang tak tau tentang dakwah.
Menurut bahasa dakwah adalah mengajak atau menyeru sedangkan menurut istilah dakwah adalah mengajak dan menyeru manusia agar menempuh kehidupan ini di jalan Allah SWT. 
Dari makna di atas maka aktivitas dakwah bisa kita difahami sebagai upaya mengajak manusia dari kekafiran kepada keimanan, dari kesyirikan kepada tauhid, dari kesesatan kepada petunjuk, dari kebodohan kepada ilmu, dari kemaksiatan kepada ketaatan, dari bid’ah kepada sunnah, dari keburukan kepada kebaikan dan dari kehidupan sekuler kepada penerapan Islam secara Kaffah. 
Dan tidak ada keraguan tentang kewajiban dakwah. Banyak nash yang menegaskan baik di dalam al quran maupun hadist. 
Seperti firman Allah SWT: 
اُدْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetabui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (An Nahl : 125)
Diriwayatkan pula dalam hadist yang artinya “Siapa saja yang melihat kemungkaran hendaknya ia mengubah dengan tangannya. Jika dengan tangan tidak mampu, hendaklah ia mengubah dengan lisannya; dan jika dengan lisan tidak mampu maka ubahlah dengan hatinya; dan ini adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim). 
Dari hadist di atas jelas sekali bahwa Allah SWT memperingatkan setiap muslim yang menyaksikan kemungkaran di hadapannya maka wajib untuk mengingkari atau mengubah kemungkaran dengan salah satu tiga cara yang disebutkan dalam hadist tersebut. Dan kewajiban dakwah ini adalah fardhu ‘Ain bukan fardhu kifayah.
Selain nash-nash yang berisi tentang perintah berdakwah terdapat pula nash-nash yang memberi peringatan kepada kita jika dakwah tidak kita dilakukan. 
Diantaranya adalah sabda Rasulullah SAW: “sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengadzab orang-orang secara keseluruhan akibat perbuatan mungkar yang dilakukan oleh seseorang, kecuali mereka melihat kemungkaran itu di depannya, dan mereka sanggup menolaknya, akan tetapi mereka tidak menolaknya. Apabila mereka melakukannya, niscaya Allah SWT akan mengadzab orang yang melakukan kemungkaran tadi dan semua orang secara menyeluruh.” (HR Ahmad dan ath-Thabrani)  
“Demi dzat yang jiwaku dalam genggamannya, hendaklah kalian memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran atau (kalau tidak) Allah SWT akan menimpakan adzab dari sisinya lalu kalian berdoa kepadanya maka ia tidak mengabulkannya.” (HR.At Turmudzi)
Berdasarkan dalil-dalil di atas jelas sekali bahwa dakwah merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh orang beriman yang akan mengangkatnya menjadi orang beruntung dan menyelamatkan diri dari adzab Allah SWT. 
Posisi dakwah dalam Islam sangatlah penting. Ia menyebabkan umat hidup dan terus tumbuh serta berkembang. Dakwah akan menggerakkan umat untuk tunduk dan patuh kepada perintah dan larangan Allah SWT. Namun sebaliknya, ketika dakwah ditinggalkan, umat akan kehilangan jati dirinya sebagai seorang muslim yang harus terikat dengan seluruh aturan  Allah SWT. Umat akan terwarnai dengan berbagai pemikiran kufur yang tidak membawa kebaikan sedikitpun melainkan kerusakan, kesesatan dan kehancuran masyarakat Islam.
Kaum muslim tidak pernah mengalami kemunduran dari posisinya sebagai pemimpin dunia selama berpegang teguh pada agamanya. Kaum muslim mulai mundur ketika meninggalkan dan meremehkan ajaran agamanya, membiarkan peradaban asing masuk menyerbu negri-negri mereka serta membiarkan pemikiran dan paham-paham kufur bersemayam dalam benak mereka.
Untuk mengembalikan kemuliaan muslimin, maka diperlukanlah dakwah. Bukan dakwah, hanya sekedar dakwah biasa melainkan dakwah yang membangkitkan kaum muslim. Itulah dakwah ideologis. Dakwah yang menyeru kaum muslim untuk menerapkan Islam secara kaffah. Dengan kata lain, dakwah ideologis adalah seruan yang membangkitkan manusia sehingga terdorong untuk mengimani kebenaran aqidah islam dan menerapkan seluruh hukum yang lahir dari aqidah tersebut. Dakwah yang mengajak kaum muslim agar menjadikan Islam sebagai solusi dalam seluruh permasalahan baik yang menimpa individu,keluarga, masyarakat maupun negara dan dalam seluruh aspek kehidupan baik ekonomi, politi, pendidikan, sosial, budaya dan yang lainnya.
Dakwah ideologis adalah solusi yang tepat untuk mengembalikan keluliaan Islam dan kaum muslimin. Dimana pada saat ini umat Islam mengalami kemunduran, kemiskinan makin melilit telah menjadi isu sentral dihampir seluruh penjuru dunia dan isu ini menjadi ‘momok’ menakutkan karena problem kemiskinan menjadi penyebab munculnya sejumlah problem sosial kemasyarakatan yaitu meningkatnya jumlah gelandangan dan peminta-minta serta menambah jumlah pelaku kejahatan, kemaksiatan kian merajalela, umat terus terpecah belah dalam pertingkaian dan saling menjatuhkan. Syariat Islam secara keseluruhan belum diterapkan sebagai solusi kehidupan. Yang terjadi saat ini adalah umat masih hidup di bawah pengaruh negara dan di dominasi kafir asing. Inilah permasalahan yang dialami umat muslim pada saat ini semuanya tak terselesaikan. 
Dakwah ideologis menjanjikan solusi bagi semua permasalahan tersebut. 
Dakwah ideologis adalah dakwah yang berupaya terus menerus untuk merubah manusia baik pemikirannya, perasaan dan tingkah laku dari jahiliyah menuju Islam atau yang sudah Islam tetapi hanya sebatas Islam KTP menjadi Islam yang benar-benar Islam yaitu yang taat terhadap seluruh aturan atau syariat Islam sehingga terbentuklah masyarakat Islam. 
Masyarakat Islam adalah masyarakat yang memiliki pemikiran dan perasaan Islam yang dimana seluruh interaksinya diatur dengan aturan Islam. 
Dakwah idiologis harus ditujukan untuk penegakan syariat Islam secara sempurna dalam bingkai daulah yaitu daulah khilafah. Penerapan Islam secara kaffah inilah yang akan mendatangkan rahmat yaitu kesejahteraan bagi seluruh umat manusia baik muslim maupun non muslim. 
Dakwah ideologis tidak hanya ditujukan untuk membentuk muslim yang memiliki akhlak mulia dan menjalankan berbagai ibadah seperti shalat, zakat, puasa dan yang lainnya, melainkan lebih dari itu. Dakwah ideologis ditujukan agar umat muslim menjadikan Islam sebagai pedoman hidup dalam seluruh aspek kehidupan. 
Tujuan dakwah ideologis adalah meraih ridho Allah SWT. Oleh karena itu, setiap orang yang berdakwah seharusnya mengikhlaskan seluruh energi yang telah dikeluarkan di jalan dakwah, baik tenaga, pikiran, waktu dan harta maupun yang lainnya semata-mata hanya karena Allah SWT. Jika kita berdakwah bukan bertujuan untuk meraih ridho Allah SWT maka dakwah yang kita lakukan hanyalah sia-sia, kita telah membuang waktu, tenaga dan pikiran tetapi itu semua tidak bernilai pahala. Maka dari situ, luruskanlah niat kita semua, apa yang kita lakukan semata-mata harus karena Allah SWT agar bernilai pahala dan tabungan kita di akhirat kelak.
Dakwah bukanlah profesi yang bisa dijadikan tempat menggantungkan nafkah keluarga. Dakwah dilakukan juga bukan karena hobi, kesenangan, mencari popularitas dan kedudukan sosial atau yang selainnya melainkan karena suatu kewajiban yang harus di tunaikan. Selain niat yang ikhlas, dakwah juga harus dilakukan dengan benar yaitu sesuai dengan tuntutan yang di contohkan Rasulullah SAW. Tanpa itu semua, dakwah tidak akan mendatangkan ridho Allah SWT melainkan murka dan siksa Nya. 
Lalu, bagaimana dakwah yang sesuai tuntutan Rasulullah SAW?
Rasulullah SAW pada awalnya beliau menjalani dakwah seorang diri. Tetapi kemudian, Allah SWT memerintahkan beliau untuk mendakwahkan Islam kepada keluarganya, saudara dan teman-teman dekatnya sehingga terbentuklah kelompok atau jamaah dakwah. Rasulullah SAW bersama jamaah mendakwahkan Islam ke penduduk Mekah dan sekitarnya. Ini artinya bahwa dakwah yang dilakukan Rasulullah SAW baik secara individu maupun berjamaah.
Dengan mempelajari dakwah Rasulullah SAW, bisa kita pahami bahwa perubahan masyarakat yang dilakukan oleh beliau yaitu mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat Islam tidak dilakukan oleh Rasul sendiri. Maka disinilah pentingnya dakwah berjamaah, agar apa yang di tuju menjadi mudah untuk di raih. Tentunya dengan dakwah jamaah ini aktivitasnya adalah mendakwahkan islam termasuk kepada penguasa (menasehati atau mengoreksi penguasa).
Dakwah ideologis merupakan jalan kemuliaan. Kemuliaan bagi siapa? yaitu bagi para pengemban dakwah yang merelakan dirinya berjalan dijalan Allah SWT. Dan kemuliaan bagi para pengemban dakwah Allah SWT telah mengabarkannya diantaranya adalah:
1. Perkataan para pengemban dakwah disebut sebagai perkataan terbaik.
2. Berhak mendapatkan rahmat Allah SWT. 
3. Mereka adalah sebaik-baiknya manusia (umat). 
4. Pewaris para nabi. 
5. Ganjaran pahala yang tidak putus.
6. Dakwah merupakan penyelamat dari adzab Allah SWT.
7. Mendapat pertolongan Allah SWT.
Demikianlah, dakwah ideologis adalah dakwah yang menuju pada jalan kemuliaan dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dan secara realitas umat pun sangat membutuhkannya. Terlebih lagi dengan kondisi saat ini yang kacau balau, umat terdzolimi tapi tak ada solusi tuntas yang menyelamatkannya. Maka dari itu umat membutuhkan dakwah yang mengubah masyarakat jahiliyah modern pada saat ini menjadi masyarakat Islam yang menerapkan syariat Islam kaaffah dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah. Karena itulah satu-satunya solusi untuk menyelesaikan problematika umat pada saat ini. Maka disinilah pentingnya peran dakwah ideologis, bagaimana mungkin  umat bisa tercerahkan sedangkan kita tidak melakukan dakwah. Karena hanya dengan dakwahlah umat akan tercerahkan.Wallaahu a’lam bishshawaab.[]


Penulis adalah seorang guru SMA di Tangerang

Comment