Sumud Flotilla dan Jalan Islam Kaffah Membela Kemanusiaan

Opini518 Views

 

Penulis: Dian IsbandiahMuslimah Entrepreneur 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Aksi Global Sumud Flotilla kembali menggugah kesadaran dunia. Armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat dan diserbu pasukan Israel. Insiden ini memantik gelombang protes global — dari Eropa hingga Afrika Utara — menuntut diakhirinya blokade dan kekerasan terhadap rakyat Palestina.

Di Maroko, ratusan pemuda Gen Z turun ke jalan mengecam penculikan kapal misi kemanusiaan. Di berbagai kota besar Eropa, ribuan orang memadati jalan untuk memprotes tindakan Israel yang menahan lebih dari 400 aktivis, termasuk Greta Thunberg, aktivis lingkungan asal Swedia.

Dunia kembali diingatkan: penderitaan rakyat Gaza bukan sekadar isu politik, melainkan tragedi kemanusiaan yang menuntut tanggung jawab moral umat manusia.

Namun di balik hiruk-pikuk reaksi global, Islam menawarkan jalan yang lebih dalam — jalan kaffah, cara pandang menyeluruh terhadap keadilan dan kemanusiaan. Dalam pandangan Islam, derita Palestina bukan hanya urusan politik, tetapi juga ujian iman.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Perumpamaan kaum mukminin dalam kasih sayang mereka seperti satu tubuh; jika satu bagian sakit, seluruh tubuh turut merasakan panas dan demam.” (HR. Muslim).

Kepedulian terhadap Palestina adalah cermin keimanan yang hidup. Namun empati itu harus diwujudkan dengan cara terukur dan bermartabat, bukan melalui kekerasan yang memperpanjang luka. Islam menolak segala bentuk kezaliman — baik oleh penjajah maupun oleh pihak yang melawan dengan cara zalim.

Kecaman atas pelanggaran HAM memang perlu, tetapi tidak cukup. Jalan Islam kaffah menuntun umat untuk mengubah simpati menjadi aksi nyata: memperkuat gerakan kemanusiaan yang terorganisir, menyalurkan bantuan dengan transparan, dan menempuh diplomasi yang berkeadilan. Advokasi hukum internasional juga penting agar pelanggaran kemanusiaan tidak lagi berlalu tanpa konsekuensi.

Jihad kemanusiaan kini menemukan bentuknya – melalui edukasi publik, literasi media, dan kampanye non-kekerasan. Gerakan boikot produk yang mendukung penjajahan, misalnya, terbukti menjadi tekanan moral yang efektif tanpa menumpahkan darah.

Selain itu, potensi zakat, infak, dan sedekah umat Islam dunia dapat diarahkan untuk pembangunan jangka panjang di Gaza — mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemulihan trauma anak-anak.

Inilah perjuangan yang hakiki membangun kehidupan, bukan menghancurkannya.

Islam kaffah tidak mengajarkan diam di hadapan kezaliman, tetapi juga menolak pembalasan buta. Islam menegakkan keadilan dengan hikmah, kesabaran, dan kasih sayang.

Sebab perjuangan sejati bukan sekadar memenangkan wilayah, melainkan memuliakan martabat manusia.

Aksi Global Sumud Flotilla seharusnya tidak berhenti sebagai berita utama sesaat. Ia adalah panggilan nurani bagi umat Islam untuk memperjuangkan keadilan dengan ilmu, moral, dan kemanusiaan.

Dari sanalah keadilan sejati akan tumbuh — dan dunia kembali mengenal Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin.[]

Comment