RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS SELATAN – Berkat inovasi SuperSUN, PT PLN (Persero) berhasil menghadirkan listrik bersih disejumlah sekolah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.
Kepada radarindonesianews.com, Minggu (27/7/2025), Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Teluk Dalam Mukhlis Suhada mengungkapkan, inovasi SuperSUN merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro dari PLN terintegrasi dengan penyimpanan energi.
Dengan adanya inovasi SuperSUN ini, kata Mukhlis, pihaknya dapat menjangkau daerah yang memiliki medan berat khususnya di wilayah Pulau Tello dan sekitarnya yang hanya bisa ditempuh menggunakan boat ataupun perahu bermesin.

“Program ini bertujuan untuk menyediakan akses listrik yang stabil dan terjangkau untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar dan meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.
“Ini adalah bukti nyata komitmen PLN untuk mendukung pendidikan yang terang dan setara untuk seluruh anak bangsa,” sambung Mukhlis.
Manager ULP Teluk Dalam itu juga mengatakan, sekolah yang menjadi target pemasangan SuperSUN ini berjumlah 28 sekolah.
“Saat ini sedang berprogres, untuk sementara yang telah terpasang di 15 sekolah, dengan total target sebanyak 28 sekolah,” terangnya.
Senada dengan hal tersebut, Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nias Leonard Tulus M. Panjaitan menuturkan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan infrastruktur dasar yang memadai, termasuk akses listrik.
“Ini pemasangan SuperSUN terbanyak di Kepulauan Nias, khususnya wilayah Kabupaten Nias Selatan ada 22 unit. Kami masih terus menjejaki khususnya untuk sekolah-sekolah, agar dapat terlistriki, dan anak-anak dapat belajar dengan baik,” katanya.
Orang nomor satu di Kantor PLN UP3 Nias itu berharap, inovasi SuperSUN dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
“Dengan hadirnya listrik PLN, sekolah kini memiliki sumber penerangan yang stabil, membuka peluang lebih luas untuk pengembangan kegiatan belajar mengajar, termasuk potensi digitalisasi pembelajaran,” ujarnya.
“Kami berharap anak-anak kita ini nantinya dapat belajar dengan lebih nyaman dan mengembangkan potensi diri secara maksimal,” imbuh Leonard.[]














Comment