SW. Retnani, S.Pd: OPM Menampar Kedaulatan NKRI

Berita646 Views
SW. Retnani, SP.d

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menjaga persatuan dan kesatuan wilayah serta kedaulatan negara adalah kewajiban bagi seluruh warga negara. Sepatutnyalah kita semua mampu menolak dan mengusir segala intervensi dan tekanan yang berasal dari individu, kelompok maupun negara lain.

Seperti munculnya intervensi dan tekanan dari TPNPB-OPM di Papua. Sebagaimana dilansir dari tribunnews.com bahwa OPM Akan Tembak Warga Non-Papua yang tak mau tinggalkan Nduga, Ini 7 ultimatum untuk Indonesia
Minggu, 24 Februari 2 tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), akan menembak warga non-Papua yang tidak mau meninggalkan Kabupaten Nduga. Hal itu merupakan salah satu ultimatum yang dikeluarkan OPM kepada Pemerintah Indonesia.
OPM mengeluarkan ultimatum kepada warga sipil non-Papua, agar meninggalkan wilayah Kabupaten Nduga, per tanggal 23 Februari 2019. Ultimatum tersebut disampaikan pentolan TPNPB-OPM, Egianus Kogeya melalui media sosial Facebook TPNPB pada Sabtu (23/2/2019).
Seperti dilansir Serambinews.com dari Tribun Video, setidaknya ada 7 poin ultimatum yang Egianus kepada pihak Indonesia. Salah satu ultimatum berisi ancaman tembak kepada warga non-Papua yang masih ada di Nduga. Karena warga sipil non-Papua dianggap TPNPB sebagai anggota TNI/Polri yang menyamar.
Selain itu, Egianus yang menyebut dirinya Panglima Kodap III Ndugama, menegaskan bahwa TPNPB tidak akan pernah berhenti perang sampai ada pengakuan kemerdekaan Papua dari RI.
Sangat menyedihkan, OPM bisa berkembang di negara kita. OPM telah menampar kedaulatan NKRI.
Padahal, negara kita punya TNI dan Polisi yang siap bertempur untuk menjaga stabilitas negara. Lengkap dengan persenjataan canggih, mobil tank dan para intelejen bahkan ada organisasi masyarakat yang selalu berslogan NKRI harga mati.
Tapi mengapa memberantas OPM yang anggotanya hanya puluhan saja tidak mampu? Butuh alasan apalagi untuk memberantasnya? Bukankah OPM telah membantai puluhan warga sipil dengan sadis? OPM pun telah melayangkan ultimatum secara terang- terangan kepada negara kita. Mereka telah menabuh genderang perang. Namun, pemerintah seakan lamban dalam menanganinya hingga memakan korban puluhan warga sipil.
Herannya kalau yang punya “gawe” itu umat Islam langsung diserbu, diciduk dan dibubarkan tanpa adanya penggalian fakta yang mendalam.
Masih ingat peristiwa 212 di Jakarta, momentum luar biasa dari umat Islam yang penuh keajaiban hingga viral ke mancanegara. Jutaaan umat Islam bangkit menuntut keadilan. Apakah umat yang hadir saat peristiwa 212 ada yang membawa senjata? Tidak. Ataukah ceramahnya berisi ultimatum perang? Tidak. Atau apakah ada rekam jejak dari para Ustadz, Habaib, Ulama yang saat itu memberikan tauziah pernah membantai puluhan warga sipil seperti OPM? Tidak. 
Peristiwa 212 diisi dengan acara sholat berjamaah, doa, dzikir dan tauziah. Tapi, tindakan rezim saat itu sangat berlebihan,yakni mengerahkan ratusan tentara, polisi dan intelejen serta kendaraan tank siap tempur. Bahkan yang lebih sadis para jamaah diberondong dengan tembakan gas air mata. Sungguh sadis dan kejam. Keadilan di negeri ini telah mati, yang benar disalahkan yang salah dibenarkan. 
Semua ini akibat penerapan sistem sekuleris demokrasi di negeri kita. Siapapun yang tidak mengikuti aturan Alloh swt pasti termasuk orang dzalim.
Allah SWT berfirman:
… وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
… Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 45).
Sesuai dengan firman Alloh swt diatas, sistem sekulerisme merupakan sistem dzalim hingga membuat bangsa Indonesia tidak mampu membedakan mana yang seharusnya dijaga dan mana yang seharusnya dibubarkan serta tidak mampu bertindak tegas terhadap kelompok- kelompok separatis yang dibacking kekuatan asing, seperti OPM. 
Rezim kejam dan sadis terhadap Islam dan kaum muslim, namun lembek, lamban dan seolah – olah menutup mata terhadap kekejaman separatis OPM. Ini semua bukti nyata rezim anti Islam, rezim dzalim, rezim antek asing dan aseng. Dan kini bangsa kita memasuki tahun politik. Saatnya kita menentukan perubahan hakiki. Jauhi pemimpin dzalim, campakkan sistem kufur. 
Kita hanya memilih pemimpin yang amanah, bertanggung jawab pada rakyat dan yang mampu menerapkan sistem Islam. Sebagaimana sabda Rasululloh saw.: ” Imam (pemimpin) itu pengurus rakyat dan akan dimintai bertanggung jawab atas rakyat yang di urus” (HR. Al Bukhari dan Ahmad).
Harus ada Perubahan Hakiki, jangan ada lagi penderitaan dan kedzaliman yang dialami kaum Muslim. Sudah cukup kesombongan mereka atas hukum- hukum Alloh swt. Sekarang saatnya umat sadar bahwa hanya sistem Islam yang akan menjaga dan melindungi Islam dan kaum Muslim dari jeratan kaum kafir.
Islam akan menutup celah bagi negara dari ancaman separatisme, baik dari individu, kelompok maupun negara lain. Dengan penerapan aturan yang mensejahterakan bagi seluruh rakyat dan mampu mencegah segala bentuk intervensi asing.
Yakni sistem Islam dalam naungan Khilafah Rasyidah ‘ala Minhajj an-Nubuwwah. Dimana di dalamnya mengatur sistem perekonomian Islam yang mewajibkan negara mengolah kekayaan sumber daya alam dengan tanpa melibatkan swasta dan asing guna memenuhi segala kebutuhan rakyat. Kemudian menyebarluaskannya secara merata, hingga pembangunan infrastruktur dan pendidikan berkualitas serta dunia kesehatan yang lengkap dapat dinikmati seluruh wilayah Khilafah.
Dengan demikian keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia seperti yang termaktub dalam sila kelima Pancasila dapat terwujud. Dan negeri ini dilingkupi curahan rahmad, berkah Alloh swt.
Sebagaimana firman-Nya:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. Al-A’raf 7: Ayat 96). Wallohu a’lam bish showab.

Comment