Tekad Bulat Caleg “SETAN NUR” Serukan Kab.Bogor Bebas Korupsi!

Berita789 Views
RADARINDONESANEWS.COM, JAKARTA – “Setan Nur adalah sebutan caleg no.urut 7 dapil 1 Kabupaten Bogor dari Partai Gerindra. Ia tidak bangga menjadi caleg, dan menjadi wakil rakyat ya benar-benar menjalankan tugas wakil rakyat, bukan minta jatah proyek yang ujung-ujungnya dikrankeng gegara makan duit rakyat,”
Cibinong/Bogor : Perjuangan para politikus saat ini tidaklah mudah untuk merangkul suara rakyat, tidak saja dengan iming-iming ataupun sekadar untuk beli beras saja. Namun, caleg (calon legislative,red) pun harus berjuang untuk bisa meyakinkan dan meraih hati rakyat. Karena rakyat saat ini sudah cerdas dan cermat dalam memilih calon wakilnya.
Adalah sosok seorang muda milenia Kabupaten Bogor, H.Nur Kholis,SE, cerdas, cerdik, cekatan, nyentrik, kreatif dan ahli ekonomi ini dengan berat hati mengabdikan dirinya kepada masyarakat Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Melalui kendaraan politiknya Partai Gerindra, ia mendapat Nomor Urut 7 Daerah Pemilihan (Dapil,red) 7 Kabupaten Bogor. Bahkan ia tak ada niat untuk terjun ke dunia politik, namun entah kesambet setan mana, tiba-tiba ia sudah mendapat amanat masuk dalam bursa caleg legislatif Partai Gerindra No.Urut 7 Dapil 1.
“Saya ini ndak tahu, kenapa saya jadi nyaleg? Ini adalah musibah buat saya, siapa Setan Nur ini? Memang ada yang mau milih Setan Nur?,” terangnya kepada Lapan6online.com beberapa waktu lalu.
Baginya menjadi seorang politikus saat ini tidak bisa omdo alias omong doang, namun harus benar-benar realistis dan ekonomis.
“Setelah saya didapuk jadi Caleg, saya mencoba melakukan komunikasi secara langsung kepada masyarakat. Dari para sesepuh hingga kalangan muda, dari hasil komunikasi tersebut hampir semuanya berharap wakil rakyat yang jujur. Ini adalah tantangan saya,” jelasnya.
Sementara ada julukan “Setan Nur” bermula ketika dirinya melakukan sosialisasi dan silaturahmi dengan masyarakat. “Saat itu saya dengan spontan mengucap siapa Setan Nur itu. Nah disitulah saya sadar bahwa diri saya ini bukanlah siapa-siapa. Hanya manusia biasa yang banyak kekurangannya, kalo pilih saya apa ada kelebihan saya? Namun masyarakat justeru mengharap agar saya tetap terus melanjutkan niat menjadi wakil rakyat Kabupaten Bogor,” ucapnya.
Bagi “Setan Nur” dalam setiap langkah dan simpuh kakinya pun selalu menyatakan jangan pilih dirinya. Ia bahkan lebih mengedepankan penyampaikan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya kaum muda milenia.
“Ada program koperasi yang saya tegaskan untuk dapat dikelola kaum muda. Tentunya kelompok atau komunitas kaum muda, disini yang sudah jelas adalah Karangtaruna. Mereka lah kaum milenia yang harus kita gembleng untuk menjadi pondasi perekenomian khususnya warga masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Nur.
Lebih tegas dirinya mengatakan,”Kab. Bogor adalah kabupaten yang sangat besar dan terlalu kaya raya bila dibanding kabupaten- kabupaten yang ada di Indonesia. Namun, masyarakatnya masih banyak yang hidup digaris kemiskinan dan SDM (sumber daya manusia,red) nya yang sangat rendah. Masak di era zaman millenial seperti ini masih buanyak generasi muda yang hanya lulusan SD dan SMP, sedangkan sawah dan kebun yang ada disekitar mereka kini sudah beralih fungsi yang tadinya lahan pertanian dan perkebunan, kini sudah menjadi coorporit dan industri-industri yang kurang mengakomodir lingkungan mereka,” tegasnya. 
Dari situlah muncul seorang tokoh setan yang ingin memperjuangkan nasib mereka yang serba keterbelakangan baik dari segi EKONOMI maupun dari segi SDMnya. Kenapa tokoh tersebut dikatakan tokoh setan. Karena ia seperti orang yang kalap bak seperti setan dikala mengetahui bahwa di Kabupaten Bogor masih banyak warga yang tidak sekolah dan hidup dibawah garis kemiskinan. Ini yang salah pejabatnya atau masyakat yang mudah dibodohi, atau pemerintahnya yang terlalu pandai dalam melakukan perilaku korup?
“Mari saudaraku semua, mari kita bersatu dan mulailah jadi masyarakat yang cerdas dalam memilih pejabat atau wakil rakyat yang akan datang. Jangan asal milih anggota dewan yang nantinya menjadi pejabat yang bermental BAJINGAN. Itulah seruan setan H.NUR kholis yang menjabat sebagai Ketua LP KPK Wilayah Bogor Raya yang  juga  menjadi Caleg  dari Partai Gerindra dengan Nomor Urut 7 Dapil 1 ini.
Masih menurut “Setan Nur” bahwa,”Saya tidak perlu berkoar pilih saya sebagai caleg, TIDAK saya lakukan itu. Karena itu cara saya, lebih baik fokus dengan program pembenahan perekonomian dengan koperasi milenia tersebut. Persoalan saya nanti menang atau kalah program tersebut akan tetap terus berjalan dibawah binaan saya sendiri. Karena berkoar dengan iming-iming atau janji-janji warga juga sudah bosan dengan semua itu. Jadi simple saja, bangun kepercayan rakyat tanpa pamrih apapun, disitulah hati rakyat akan tahu siapa wakil rakyat yang merakyat dan tetap terus memperjuangkan hak-hak rakyat, “ tegasnya.
Melihat perkembangan Kabupaten Bogor dari tahun ke tahun sepertinya tidak pernah ada perubahan, hingga “Setan Nur” bertekad bulat membangun Kabupaten Bogor bersama kaum muda kreatif dan inovatif. Ia pun berpesan,”Wahai para penguasa negeri ini, Pemerintahan Kabupaten Bogor. Kami adalah para aktivis dan pejuang kemanusiaan yang akan terus  menggelorakan dan menyuarakan aspirasi rakyat yang selama ini Engkau biarkan  dan Engkau terlantarkan. Kami para aktivis dan pejuang kemanusiaan bersama  rakyatmu akan terus berperang  melawan  para koruptor dan para  pecundang  yang ada di pemerintahanmu. Kami para aktivis dan pejuang kemanusiaan demi keadilan dan kemakmuran rakyamu   berjuang memperjuangkan hak hak kami yang selama ini  kami rasakan tidak adil dan tidak memihak kami, “ pungkasnya.
Perlu diketahui bahwa, pada akhir Desember 2017 dua jempol ke bawah untuk Provinsi Jawa Barat dalam urusan korupsi. Karena daerah pe¬nyang¬ga ibu kota ini menjadi daerah terkorup se-In¬donesia khususnya di bidang pendidikan. Peng-hitungan itu berdasarkan jumlah kasus korupsi yang terungkap atau sudah diadili.
Dan inilah “Setan Nur” bangkit untuk membumi hanguskan para begundal-begundal koruptor Kabupaten Bogor yang hingga saat ini masih gentayangan di lingkungan Kabupaten Bogor. []

Comment