Telah Hilang Fungsi Qawwamah Laki-Laki dalam Keluarga

Opini792 Views

 

 

Oleh: Yolanda Anjani, Aktivis Dakwah

___________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Belakangan berita mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sering muncul dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Belum lama kasus publik figur menjadi trending topic dan bahan pembicaraan masyarakat umum, menyusul awal November lalu terjadi di Depok Barat,  seorang suami menganiaya istrinya, bahkan juga membunuh anak perempuannya.

Aksi kejam dan biadab dilakukan seorang suami kepada istri dan anaknya di sebuah rumah di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Pelaku berinisial RN (31) tega menganiaya istrinya berinisial NI (31) dan membunuh anak perempuannya berinisial KPC (13) menggunakan parang. (Liputan6.com, 1/11/22).

Banyak hal yang menjadi penyebab mengapa kasus KDRT masih tetap ada hingga saat ini, mulai dari tingginya beban hidup yang menjadi permasalahan ekonomi keluarga, adanya campur tangan pihak ketiga, perselingkuhan, gaya hidup yang buruk, atau juga lemahnya kemampuan seorang suami mengendalikan diri.

Munculnya kekerasan yang terjadi ini mengindikasikan hilangnya fungsi qawwamah pada laki-laki. Sejatinya, seorang suami melindungi semua anggota keluarga termasuk isteri.

Laki laki bertanggung jawab atas istri dan anak-anaknya, dan menjadi pemimpin dalam keluarga. Tetapi saat ini berita kekerasan seorang suami terhadap istri dan seorang ayah kepada anaknya sudah tidak menjadi hal yang sulit ditemukan.

Sesungguhnya syaitan sangat senang apabila ada pasangan suami istri yang mengalami pertengkaran, termasuk perceraian.

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR Muslim IV/2167 no 2813).

Maka sesungguhnya segala kekerasan, kekejian yang dilakukan suami terhadap istrinya dan anak-anaknya merupakan cara syaitan untuk menghancurkan rumah tangga. Karena syaitan sangat menyukai perceraian.

Sesungguhnya Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan untuk menghasilkan ketenteraman antar keduanya. Sebagaimana dalam QS Ar-Rum ayat 21 :

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”

Seorang suami ialah kepala keluarga yang akan mengemban amanah dan tanggungjawab yang besar terhadap anak dan istrinya. Islam sangat sempurna, segala aturan dan ketetapan ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Bagaimana tugas suami dan istri juga telah ditetapkan oleh Allah dalam Kalam-Nya.

Begitulah pentingnya seorang suami menuntut ilmu agar dapat membina rumah tangganya dengan baik berbasis sistema Islam, begitu pun seorang istri turut menuntut tsaqofah islam sebagaimana perannya, Madrasatul Ula. Agar menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Dengan Islam, maka segala permasalahan yang terjadi dalam negeri kita akan terselesaikan secara tuntas.
Wallahu’alam bishawab.[]

Comment