Tenaga Kesehatan Dalam Sudut Pandang Islam dan Kapitalisme

Opini86 Views

 

 

Penulis:  Ihta Tiana | Mahasiswi

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Tenaga kesehatan (Nakes) adalah setiap orang yang mengabdikan dirinya dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan tinggi guna  membantu/menyembuhkan setiap orang sakit.

Begitu mulia peran tenaga kesehatan dalam upaya mengobati orang-orang yang sedang sakit. Namun, pengabdian mereka yang urgen tersebut harus menghadapi kenyataan pahit dengan pemecatan seperti ditulis tempo.co (12/4/2024).

Ketua Dewan Pengurus Naisonal Forum Komunikasi Nakes dan Non-Nakes (DPN FKHN) Indonesia Sepri Latifan mengatakan pemacatan ini karena para Nakes melakukan demo kenaikan upah. Apakah salah ketika para Nakes melakukan demo kenaikan upah sesuai kebutuhan mereka?

Apa makna UU kesehatan pasal 273-278 yang berbunyi “Tenaga kesehatan berhak mendapatkan gaji/upah, imbalan jasa, dan tunjangan kinerja yang layak.” Kemenkes (Jakarta, 19/09/2023)?

Miris dengan apa yang terjadi dan dialami Nakes saat ini, padahal perlu waktu bertahun-tahun untuk bisa mencetak tenaga kesehatan apalagi yang berkualitas.

Pemecatan tidak bisa dihindari karena sejatinya Negeri ini memang tidak menjamin keberlangsungan kerja bagi tenaga kerja. Termasuk salah satunya adalah tidak menjamin pekerjaan bagi tenaga kerja kesehatan. Semua ini bersumber dari buruknya sistem kapitalisme.

Inilah realita kapitalisme yang menyakitkan. Kapitalisme memaksa Negara berlepas tangan dari tanggung jawabnya sebagai pelayan atau abdi rakyat. Kapitalisme selalu perhitungan, dengan dalih dan narasi yang sama yaitu efektifitas anggaran.

Kapitalime juga menggerogoti sistem keuangan yang kokoh sehingga negara tidak mampu menjamin kesehatan rakyat. SDA melimpah tapi dikelola oleh asing dan keuntungan yang didapatkan pun hanya berputar dalam level korporasi.

Sangat berbeda sudut pandang antara kapitalisme dan  islam. Islam memandang bahwa kesehatan adalah hal utama yang harus ditangani.  Umat membutuhkan tubuh yang sehat dan kuat dalam beribadah dan menjalani keseharian.

Maka tenaga kesehatan dalam islam merupakan pekerjaan dan atau profesi yang sangat penting. Oleh karena itu Negara tidak akan semena-mena  memberhentikan dan merekrut para tenaga kerja kesehatan.

Islam adalah agama sempurna yang mengatur seluruh kehidupan. Dalam Islam sendiri Negara bertanggung jawab penuh terhadap rakyatnya apalagi terhadap Nakes. Rasulullah SAW bersabda:

“Imam adalah pemelihara dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya”.

Islam sebagai agama ideologis memiliki tata cara pengelolaan dan teknis mendapatkan pemasukkan Negara sehingga bisa menjamin kebutuhan rakyat seperti memberi insentif untuk tenaga kesehatan. Islam melakukan layanan kesehatan, sarana dan prasarana pendukung dengan visi melayani rakyat secara menyeluruh tanpa diskriminasi.

Islam juga sangat memperhatikan penempatan tenaga ahli kesehatan di setiap daerah. Hanya Islam satu-satunya sistem yang mampu menjamin kesejahteraan Nakes. Wallahu a’lam bisshawab.[]

Comment