Tenun Iban Sadap Menjadi Daya Tarik Wisata Budaya di Kapuas Hulu

Budaya150 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, KAPUAS HULU – Tradisi menenun masyarakat adat Dayak Iban Sadap di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, berkembang menjadi daya tarik wisata budaya berbasis kearifan lokal.

Aktivitas menenun yang dilakukan secara turun-temurun di rumah panjang kini menarik perhatian wisatawan serta pemerhati wastra dari dalam dan luar negeri.

Bagi masyarakat Iban Sadap, tenun bukan sekadar produk kerajinan. Ia adalah bagian dari denyut kehidupan sehari-hari.

Proses pembuatannya masih mengandalkan bahan-bahan alami—daun, akar, hingga kulit kayu—sebagai pewarna, serta alat tenun sederhana dari bambu. Seluruh proses dilakukan di ruang bersama rumah panjang, yang juga berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial dan adat.

Penggerak Festival Tenun Iban Sadap, Magareta Mala, menuturkan bahwa tenun memiliki makna yang jauh melampaui nilai estetika.

“Tenun adalah identitas budaya masyarakat Iban, sarat nilai spiritual, sosial, dan filosofi hidup,” ujarnya melalui rilis, Rabu (4/2/2026).

Melalui Festival Tenun Iban Sadap yang digelar perdana pada Desember 2025, masyarakat adat berupaya memperkenalkan tradisi menenun sekaligus membuka ruang wisata edukatif berbasis budaya.

Pandangan serupa disampaikan Herkulanus Sutomo dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kapuas Hulu. Ia menilai pengembangan wisata tenun merupakan strategi menjaga keberlanjutan tradisi di tengah perubahan zaman.

“Wisata tenun menjadi media edukasi publik tentang relasi masyarakat adat dengan alam, budaya, dan pengetahuan lokal,” kata Herkulanus.

Selain melalui festival, komunitas penenun Iban Sadap juga mengembangkan paket wisata tenun. Pengunjung diajak mempelajari sejarah, filosofi motif, hingga terlibat langsung dalam proses menenun.

Wisata ini tidak berorientasi pada jumlah kunjungan, melainkan pada pengalaman belajar dan penghargaan terhadap nilai budaya yang hidup dalam keseharian masyarakat adat.

Melalui pariwisata berbasis budaya dan alam, masyarakat adat Iban Sadap berharap tradisi menenun tetap lestari. Lebih dari itu, mereka mendorong pengakuan dan perlindungan wilayah adat sebagai fondasi utama keberlanjutan budaya dan lingkungan di Kapuas Hulu.[]

Comment