UBN Hadiri Shalat Gaib Mantan Emir Qatar di Istiqlal, Kenang Warisan Kepemimpinan Syekh Hamad

Nasional21 Views

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA – Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) yang juga Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), menghadiri shalat gaib untuk mendoakan mantan Emir Qatar, Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (14/7/2926).

Shalat gaib digelar sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya tokoh yang dinilai berperan besar membawa Qatar menjadi salah satu negara berpengaruh di kawasan Timur Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla, Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, para ulama, serta tokoh masyarakat.

Seusai shalat gaib, Bachtiar Nasir menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang kepemimpinan Syekh Hamad. Menurut dia, almarhum meletakkan fondasi penting yang mengantarkan Qatar memiliki posisi strategis dalam diplomasi internasional, pendidikan, dan pengembangan media.

“Beliau telah meletakkan fondasi penting yang menjadikan Qatar memiliki peran strategis di tingkat internasional. Warisan kepemimpinannya tidak hanya dirasakan rakyat Qatar, tetapi juga memberi pengaruh bagi dunia Islam,” kata Bachtiar.

Ia menilai salah satu warisan terbesar Syekh Hamad adalah keberhasilannya membangun soft power Qatar melalui diplomasi dan media. Kebijakan yang diambil membuat negara kecil di kawasan Teluk itu mampu memainkan peran penting dalam berbagai isu regional maupun global.

Bachtiar juga menyinggung lahirnya jaringan televisi Al Jazeera yang didukung Syekh Hamad pada pertengahan 1990-an. Menurut dia, media tersebut berkembang menjadi salah satu jaringan berita paling berpengaruh di dunia Arab dan memperkuat posisi Qatar dalam percaturan internasional.

Meski perjalanan Al Jazeera kerap memunculkan kontroversi, Bachtiar menilai hal itu tidak mengurangi kontribusi Syekh Hamad dalam membangun pengaruh Qatar di bidang diplomasi, pendidikan, dan media.

“Beliau meninggalkan jejak kepemimpinan yang kuat dalam memperkuat diplomasi, pendidikan, dan media. Semoga segala amal baiknya diterima Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi para pemimpin Muslim untuk terus membangun kemaslahatan umat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah dan masyarakat Indonesia. Ia mendoakan agar Syekh Hamad memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta amal ibadahnya diterima.

“Atas nama pemerintah dan segenap warga masyarakat bangsa Indonesia, kami mengucapkan belasungkawa yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin, kepemimpinan Syekh Hamad tidak hanya membawa kemajuan bagi Qatar, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap perdamaian, kerja sama internasional, dan hubungan bilateral Indonesia-Qatar yang terus berkembang.

Sementara itu, Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari mengapresiasi pemerintah dan masyarakat Indonesia atas penyelenggaraan shalat gaib di Masjid Istiqlal.

Menurut dia, pelaksanaan shalat gaib di masjid terbesar di Asia Tenggara itu memiliki makna mendalam bagi keluarga dan rakyat Qatar.

“Terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir di Masjid Istiqlal dan mendoakan almarhum Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani. Ini merupakan kehormatan yang sangat besar bagi kami,” ujar Al-Dosari.

Ia menambahkan, perhatian dan doa yang diberikan pemerintah, tokoh nasional, ulama, serta masyarakat Indonesia mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Qatar yang telah terjalin selama ini.[]

Comment