UBN: Tragedi Kemanusiaan di Sudan Lebih Dahsyat dari Gaza

Nasional374 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ulama nasional sekaligus Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), menyoroti krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Sudan. Ia menyebut, tragedi yang menimpa rakyat Sudan saat ini bahkan lebih dahsyat dibandingkan dengan krisis di Gaza, Palestina.

“Apa yang terjadi di Sudan ini lebih dahsyat dari Gaza. Di Gaza yang terbunuh hingga hari ini sekitar 70 ribu orang. Di Sudan, hanya dalam beberapa hari sudah 150 ribu pembantaian,” ujar UBN dalam Kuliah Semangat Pagi di kanal YouTube Bachtiar Nasir, Selasa (4/11/2025).

Menurut UBN, konflik di Sudan merupakan perang saudara antara dua faksi militer, yakni Sudanese Armed Forces (SAF) dan Rapid Support Forces (RSF). Kondisi di lapangan kian mengerikan karena sebagian besar korban merupakan warga sipil tak bersenjata.

“Pembunuhan kejam terjadi. Rakyat sipil ditembaki, fasilitas kesehatan lebih dari 80 persen tidak berfungsi. Ini lebih parah dari Gaza. Konflik terkini terpusat di Darfur,” ungkapnya.

UBN menjelaskan, pasukan RSF saat ini telah menguasai hampir seluruh wilayah Darfur, termasuk kota El Fasher yang baru direbut, sementara SAF masih memegang kendali di wilayah utara dan timur, mencakup Port Sudan serta Laut Merah dengan dukungan pihak asing.

Ia menilai, konflik yang berkepanjangan ini telah menjelma menjadi proxy war atau perang perpanjangan kepentingan asing di kawasan Tanduk Afrika dan Laut Merah.

“Yang berkepentingan sudah orang luar. Ada intervensi negara-negara yang memiliki kepentingan strategis, baik ekonomi maupun ideologi. Inilah yang memperpanjang konflik,” jelasnya.

Lebih lanjut, UBN menegaskan bahwa akar persoalan Sudan berawal dari ketidakstabilan politik, kudeta militer, serta perselisihan etnis dan ekonomi yang tidak pernah terselesaikan.

“Semoga Indonesia bisa belajar dari kesalahan ini. Inilah bahayanya kalau syahwat hawa nafsu memegang senjata dan memimpin negara. Akibatnya, rakyat yang menjadi korban,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, UBN juga menyerukan kepedulian moral umat Islam terhadap penderitaan sesama manusia.

“Sayangilah yang di bumi, maka kamu akan disayangi yang di langit. Begitulah seharusnya seorang Muslim, tidak hanya memikirkan dirinya sendiri,” tegas UBN.[]

Comment