Ummu Umarah, Mujahidah Sang Pelindungi Nabi di Perang Uhud 

Opini1239 Views

 

 

Oleh: Ratu Rianti

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Kafir Quraisy yang bangga dengan keyakinan dan nenek moyang mereka, tidak bisa menerima agama yang dibawa Muhammad Shalallahu alaihi wassalam. Mereka tidak henti memusuhi kaum muslimin.

Sementara Islam perlahan tapi pasti terus berkembang di Makkah. Keimanan memiliki kekuatan luar biasa. Kejadian-kejadian di luar pikiran manusia pun bisa saja terjadi dengan kekuatan iman. Saat ini kita berhadapan dengan sosok teladan yang membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil dengan kekuatan iman.

Abu Nu’aim, “Shahabiyah yang ikut di peristiwa Baiat Aqabah dan tidak takut melawan pasukan musuh di medan perang. Dia adalah wanita yang sungguh memiliki pendirian yang kokoh dan ahli dalam beribadah.”

Imam Dzahabi berkata, “Ummu Umarah (Nusaibah) binti Ka’b bin Amru bin Auf bin Mabdzul adalah seorang wanita mulia dan pejuang. Dia orang Anshar dari suku Khazraj, silsilah Najjar, dari keluarga Mazini dan Lahir di Madinah.”

Ummu Umarah ikut dalam peristiwa baiat Aqabah, perang Uhud, peristiwa Hudaibiyyah, perang Hunain, dan perang Yamamah. Beliau ikut juga terjun dalam perang dan melakukan hal-hal yang di luar dugaan, hingga tangannya terpenggal dalam perang. Beliau juga banyak meriwayatkan hadits.¹

Ummu Umarah menikah dengan Zaid bin Ashim Al-Mazini An-Najjari. Mereka dikaruniai dua anak yaitu Abdullah dan Habib. Keduanya hidup pada masa Nabi. Setelah Zaid meninggal, Ummu Umarah menikah dengan Ghazyah bin Amru Al-Mazini An-Najjari, mereka dikaruniai seorang anak bernama Khaulah. Secara keseluruhan keluarga dan anak-anak Ummu Umarah mempunyai peranan penting dalam perjuangan Islam.

Ummu Umarah, wanita agung dan mulia yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Sebagai istri, Ummu Umarah adalah istri yang sangat paham akan kewajibannya. Sebagai seorang ibu, beliau mempunyai jiwa yang penuh kasih sayang. Ummu Umarah wanita ahli ibadah.

Siang hari beliau sering berpuasa sedangkan malam harinya dihabiskan untuk salat dan berzikir kepada Allah. Peranan beliau di medan jihad juga sulit untuk ditandingi. Beliau melindungi Nabi di beberapa Medan perang.

Ummu Umarah adalah salah seorang yang masuk Islam melalui dakwah Mush’ab bin Umair, setahun setelah baiat Aqabah pertama, sekitar 73 orang laki-laki dan 2 orang wanita dari penduduk Madinah menjumpai Nabi untuk melakukan baiat Aqabah kedua. Dua wanita itu adalah, Ummu Umarah dan Ummu Mani’ (Asma’) binti Amru.

Selesai ibadah haji dan berbaiat kepada Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, Ummu Umarah dan para sahabat yang lain kembali ke Madinah. Mereka mengemban amanah besar untuk menyebarkan Islam. Ummu Umarah menyebarkan Islam kepada seluruh anggota keluarga dan kaum wanita yang ada di sekitarnya.

Begitulah seharusnya yang dipahami oleh setiap muslimah. Islam tidak akan bisa dinikmati oleh dunia kecuali dengan perjuangan dan pengorbanan.

Mari kita masuk ke Medan jihad yang diikuti oleh shahabiyah mulia ini. Semoga kisah Ummu Umarah yang kita baca ini mampu menjadikan kita istiqomah dalam jalan kebenaran Islam. Tidak segan untuk berjuang mendakwahkan Islam, agar Islam segera tegak menjadi sistem yang mengatur seluruh kehidupan manusia, seperti pada masa Rasulullah dan para sahabat.

Islam diterapkan sebagai ideologi, sistem yang mengatur kehidupan mereka secara keseluruhan. Supaya umat paham bahwa Islam tidak hanya mengatur ibadah mahdhah, tetapi mengatur seluruh aspek kehidupan.

Para sejarawan menulis bahwa Ummu Umarah telah ikut pada beberapa peristiwa besar bersama Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yaitu baiat Aqabah, perang Uhud, perjanjian Hudaibiyah, perang Khaibar, peristiwa Umrah Qadhiyah, penaklukan kota Mekkah, dan perang Hunain.² Beliau juga ikut dalam perang Yamamah melawan orang-orang murtad yang dipimpin oleh Musailamah.

Kiprahnya pada peristiwa-peristiwa besar tersebut telah banyak dikenang oleh sejarah. Beliau mujahidah pertama dalam sejarah Islam. Beliau juga berbaiat untuk melindungi Nabi dan beliau buktikan di perang Uhud.

Ummu Umarah telah melakukan segala hal yang mampu dilakukannya untuk melindungi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Bahkan peran pentingnya di perang Uhud telah membuatnya mendapatkan berita gembira bahwa Ummu Umarah dan keluarganya akan menjadi penghuni surga. Sungguh, ini merupakan peran penting yang sulit dilakukan wanita lain.³

Peran penting seorang muslimah bagi agamanya adalah menjadi pengemban dakwah, menyebarkan Islam kepada seluruh umat manusia.
Dakwah merupakan salah satu kewajiban baginya selain kewajiban-kewajiban lain.

Sumber buku 35 kisah shahabiyah, Muhammad Al Mishri

Keterangan:
1. Siyar A’lam Nubala’ (2/278)
2. Ishabah (4/457)
3. Nisa’ Mubasysyarat bil Jannah (hal:65)

Comment