RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – Bupati dan Wakil Bupati Nias didampingi Sekretaris Daerah menghadiri acara wisuda yang digelar oleh Perguruan Tinggi Universitas Nias (UNIAS), Sabtu (13/12/2025), bertempat di Auditorium STT BNKP Sunderman, Jalan Pendidikan Nomor 19, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.
Adapun sebanyak 865 wisudawan yang berasal dari program sarjana (S1) dan diploma (D3), dengan rincian terdiri dari Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) sebanyak 450 orang, dan Fakultas Ekonomi (FE) 415 orang.
Plt Rektor UNIAS, Delipiter Lase mengatakan, acara wisuda tidak hanya seremonial yang dilaksanakan secara rutin, namun merupakan tonggak yang menandai kampus ini untuk terus bertumbuh dan semakin meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi di Kepulauan Nias.
“Bagi para wisudawan dan wisudawati, hari ini adalah hasil dari perjalanan panjang. Perjalanan yang penuh cerita, tugas-tugas kuliah, bimbingan, penelitian, skripsi, ujian, mungkin juga air mata, kegagalan, dan kebangkitan kembali,” ucap Delipiter.
“Ini adalah buah dari kerja keras, ketekunan, doa, dan pengorbanan yang saudara jalani selama beberapa tahun terakhir,” sambungnya memberi apresiasi.
Dalam kesempatan tersebut, Delipiter juga mengucapkan terimakasih kepada segenap orang tua yang telah memberi kepercayaan kepada Universitas Nias untuk menempa putra-putri mereka.
“Atas nama pimpinan Universitas Nias, saya menyampaikan terimakasih atas kepercayaan bapak ibu yang telah memilih Universitas Nias sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi putra-putri terbaik kita, keberhasilan mereka hari ini adalah juga keberhasilan bapak dan ibu. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Nias,” tuturnya.
Dihadapan para orang tua dan wisudawan, Delipiter berjanji akan berupaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi dengan melakukan penguatan kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan zaman dan mendorong dosen untuk terus berkembang dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami menegaskan bahwa Universitas Nias harus tetap berpijak pada kearifan lokal Nias. Budaya, nilai, dan identitas Nias bukan sesuatu yang harus ditinggalkan, melainkan modal sosial dan kultural yang harus kita kelola dan kembangkan,” pungkasnya.[]











Comment