Universitas Paramadina Kukuhkan Prof. Dr. Iin Mayasari sebagai Guru Besar: Simbol Ketekunan, Transformasi, dan Harapan Akademik

Pendidikan2588 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA- — Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Kampus Universitas Paramadina, Cipayung, saat berlangsungnya acara pengukuhan Prof. Dr. Iin Mayasari, MM, M.Si sebagai Guru Besar. Momen istimewa ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Universitas Paramadina sekaligus simbol keberhasilan institusi dalam mencetak akademisi unggul yang berdedikasi membina generasi intelektual masa depan.

Acara pengukuhan yang digelar pada Kamis (26/6) tersebut dihadiri oleh civitas akademika, perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, para tokoh pendidikan, dan jajaran pimpinan Yayasan Wakaf Paramadina. Dalam suasana yang khidmat, pengukuhan Prof. Iin menjadi bukti nyata dari ketekunan dan dedikasi dalam dunia pendidikan tinggi, sekaligus konsistensi Universitas Paramadina menjaga mutu akademik.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D., dalam sambutannya mengulas perjalanan transformasi kampus dalam tiga setengah tahun terakhir. “Dalam enam bulan terakhir, Universitas Paramadina berhasil mengukuhkan tiga Guru Besar, dan kini tengah mendorong 14 Lektor Kepala untuk segera menyusul,” ungkapnya. Ia berharap Prof. Iin dapat berperan aktif dalam membina para calon Guru Besar serta memperkuat tradisi keilmuan dan pengembangan pemikiran kritis di lingkungan kampus.

Ketua Umum Yayasan Wakaf Paramadina, Hendro Martowardojo, menyoroti perjalanan intelektual Prof. Iin dari Yogyakarta ke Jakarta sebagai simbol mobilitas ilmuwan perempuan yang membawa semangat nilai-nilai keparamadinaan—inklusif, humanis, dan berbasis keilmuan. “Prof. Iin merepresentasikan wajah Paramadina yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kemajuan intelektual,” ujarnya.

Dari sisi kelembagaan, Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah III, Tri Munanto, SE, M.Ak., menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini dan menegaskan pentingnya peran Guru Besar dalam menjawab tantangan zaman. “Ini bukan sekadar seremoni simbolik, melainkan langkah strategis dalam menghadapi isu-isu kontemporer, khususnya di bidang lingkungan dan sosial. Universitas Paramadina, dengan delapan Guru Besar dan 14 Lektor Kepala yang tengah dipersiapkan, telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan SDM unggul,” tegasnya.

LLDIKTI III juga menyebut Universitas Paramadina sebagai salah satu contoh praktik baik dalam pengembangan kapasitas akademik dosen, dan diharapkan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya di Jakarta dan sekitarnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Iin menekankan pentingnya perubahan paradigma konsumen Indonesia—dari sekadar penikmat hak menjadi individu yang sadar akan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Perilaku konsumen bukan semata tindakan membeli dan memakai barang, tetapi juga mencerminkan pilihan moral dan sosial seseorang. Tanggung jawab sosial konsumen adalah kesadaran untuk mempertimbangkan dampak publik dari konsumsi pribadi, serta mendorong perubahan sosial yang membawa manfaat bagi sesama,” ujarnya.

Prof. Iin juga menyoroti maraknya gaya hidup konsumtif, flexing, dan konsumsi adiktif di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa kesadaran konsumen harus dibentuk sejak dini, tidak hanya melalui regulasi negara, tetapi juga lewat peran institusi pendidikan, keluarga, dan media sosial. Menurutnya, menjadi konsumen yang bertanggung jawab bukan soal besar kecilnya daya beli, melainkan keberanian dalam mengambil keputusan etis dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai kontribusi nyata, Prof. Iin mengusulkan penguatan kurikulum Universitas Paramadina berbasis nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan agar mampu mencetak generasi konsumen yang cerdas secara ekonomi dan empatik secara sosial.

“Tanggung jawab sosial harus dimulai dari diri sendiri. Diri kita memiliki otoritas untuk membedakan yang benar dan salah. Melaksanakan tanggung jawab sosial bukanlah beban, melainkan bentuk kesadaran diri untuk tumbuh dan memberi manfaat bagi banyak orang,” tutupnya.

Acara pengukuhan ini menegaskan bahwa capaian akademik bukan semata keberhasilan individu, melainkan hasil dari semangat kolektif, kerja keras institusi, dan dukungan komunitas akademik. Dengan semangat ini, Universitas Paramadina terus melangkah maju menjadi universitas yang unggul, adaptif, dan berdampak nyata bagi kemajuan bangsa.[]

Comment