Urgen, Palestina Butuh Tentara Islam

Opini1144 Views

 

 

Penulis : Milda, S.Pd | Aktivis Muslimah

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada bangsa Israel bahwa negaranya sedang dalam kondisi “berperang” melawan militan Hamas yang menguasai Jalur Gaza.

Komentar Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi merupakan pernyataan pertamanya sejak penguasa Hamas di Jalur Gaza melancarkan serangan besar-besaran dari beberapa penjuru terhadap Israel pada Sabtu (7/10) dini hari.

Dia memerintahkan pemanggilan pasukan cadangan dan berjanji bahwa Hamas akan “membayar harga yang belum mereka ketahui sebelumnya.”
“Kita sedang berperang,” kata Netanyahu. “Bukan sebuah ‘operasi’, bukan sebuah ‘putaran’, tetapi perang.”
Perdana Menteri juga memerintahkan militer untuk membersihkan kota-kota yang disusupi militan Hamas yang masih terlibat baku tembak dengan tentara Israel seperti ditulis voaindonesia.

Serangan yang dilancarkan oleh Hamas merupakan bentuk perlawanan atas tanah yang dirampas zionis Yahudi. Bagaimana tidak, bertahun-tahun Israel menjajah sebagian besar wilayah Palestina – menghancurkan bangunan dan menghilangkan ribuan nyawa kaum muslim di Palestina dengan membabi buta. Maka, wajar jika Hamas melakukan perlawanan.

Kendati demikian upaya untuk melakukan perdamainan Israel dengan Palestina nyatanya jauh dari tujuan. PBB justru makin memperparah konflik yang terjadi saat ini. Organisasi PBB yang membagi tanah Palestina pada Israel juga mendukung Israel untuk memerangi Palestina sungguh! Hal ini kontradiktif dengan tujuan PBB yang menginginkan adanya perdamaian setiap negara yang berkonflik di seluruh dunia.

Setiap terjadi peperangan negara-negara yang bergabung dengan organisasi PBB hanya mampu mengecam tanpa memberikan solusi yang mampu menghentikan segala bentuk penjajahan sampai ke akar persoalan.

Justru dunia menyaksikan kesadisan, kebrutalan, dan kebiadaban tentara zionis Israel beserta antek-anteknya. Bagaimana tidak? Kerusakan demi kerusakan begitu nyata di depan mata dunia. Ini memberikan gambaran bahwa merekalah yang pantas disebut dengan teroris.

Akal menjadi lumpuh tak terarah walau fakta menunjukkan siapa yang berbuat, siapa yang tertuduh. Rndingnya tetap Islam sebagai tertuduh.

Inilah dunia kapitalis-sekuler, dunia yang penuh dengan tipu muslihat. Penguasa tidak bisa berbuat apa-apa dan menjadi boneka dari para kafir penjajah.

Bagaimana mungkin Islam acapkali diberi lebel dengan julukan teroris, radikal, pemecah belah, dan lain sebagainya. Sedangkan fakta berbicara bahwa merekalah para musuh-musuh Allah SWT yang menjadi biang kerok dari segala kerusakan, penindasan, kedzoliman maupun kejahatan-kejahatan lain yang menimbulkan banyak masalah.

Jelas suatu hal yang tidak masuk akal manusia. Penjajahan yang dilakukan zionis Israel menimbulkan berbagai penderitaan hingga hari ini. Sehingga akar dari segala bentuk problem adalah masih bercokolnya kaum yahudi di Palestina.

Palestina adalah tanah milik kaum muslim di seluruh dunia. Tanah tempat tinggal para Nabi, sahabat, syuhada dan merupakan kiblat pertama umat muslim. Maka sungguh tidaklah pantas umat muslim meminta perlindungan dari PBB sebab PBB lah yang membagikan tanah Palestinan kepada Israel. Terlihat bagaimana negeri-negeri barat yang mengecam penjajahan namun Israel yang jelas penjajah justru tidak ada satupun yang berani mengklaim ‘Israel negara penjajah.

Satu-satunya jalan untuk bisa membebaskan masjid Al-Aqsa dari kungkungan agresi adalah dengan jihad dan Khilafah. Sebab hanya dengan Khilafah seluruh ummat muslim akan bersatu melawan kezaliman, melawan negara-negara adidaya yang bersekongkol dengan negara penjajah. Hanya dengan khilafah, kehormatan islam dan pembebasan masjid Al-Aqsa dapat terwujud.

Sebagaimana Firman Allah Subhana Hu Wata’ala :

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum mukmin.” (TQS At-Taubah [9]: 14).

Harus ada sistem Islam yang mampu menyatukan seluruh kaum muslim untuk berjihad fi sabilillah, mengusir para penjajah dan perampas tanah air kaum muslimin serta penderitaan lainnya. Rasulullah SAW bersabda :

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Muslim No 4685).

Palestina butuh bantuan logistik dan tentara dari negara negara muslim yang secara bersama berperang mengusir penjajah zionis. Wallahu Alam Bishowab.[]

Comment