Ustadz Abdul Somad Serukan Boikot Produk Israel: “Jangan Beli Peluru Pembunuh Warga Palestina”

Nasional768 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ratusan ribu massa memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Ahad (3/8/2025) pagi, dalam Aksi Akbar Bersatu Padu Selamatkan Gaza yang digelar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sejumlah tokoh nasional hadir, termasuk pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menyampaikan seruan kemanusiaan dan ajakan perlawanan terhadap penjajahan atas Palestina.

“Tak perlu menjadi Muslim untuk peduli Palestina. Cukup menjadi manusia,” ujar UAS dari atas panggung utama, disambut takbir para peserta aksi.

Menurut UAS, tragedi di Palestina bukan sekadar isu agama, melainkan panggilan nurani kemanusiaan. Ia menegaskan, Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, memiliki peran penting dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Sekarang Palestina sedang menunggu orang Indonesia. Palestina menunggu Muslim terjauh,” kata dia.

Ia mengingatkan agar kepedulian terhadap Palestina tidak berhenti pada seremoni. Umat Islam, menurutnya, harus aktif menyuarakan perjuangan melalui dakwah, simbol-simbol solidaritas, dan aksi nyata, termasuk kampanye boikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel.

“Wahai ulama, wahai ustaz, sampaikanlah khotbah. Pakailah syal Palestina agar umat terus ingat. Ibu-ibu, anak-anak, pakailah hijab Palestina,” ajaknya.

Ia juga mendorong aksi kreatif, seperti menempelkan stiker Palestina di botol minum, kendaraan, hingga kulkas. “Ketika haus dan minum, kita ingat Palestina,” ucapnya.

Terkait kampanye boikot, UAS mengajak masyarakat untuk tidak memberikan dukungan finansial sekecil apa pun kepada perusahaan yang terkait dengan Israel.

“Tidak boleh ada satu rupiah pun untuk membeli produk Israel, yang bisa menjadi peluru membunuh rakyat Palestina,” tandasnya.

Aksi solidaritas ini merupakan bagian dari gelombang dukungan global terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Selain UAS, turut hadir pula sejumlah ulama, pimpinan ormas Islam, tokoh lintas agama, serta perwakilan lembaga kemanusiaan. Mereka bersatu menyuarakan satu pesan: hentikan penjajahan dan pelaparan atas rakyat Palestina.[]

Comment