Ustadzah Nursalmi,S.Ag: Jangan Sombong, Rizki Datang Dari Allah

Berita749 Views
Ustadzah Nursalmi,S.Ag
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara dengan sombongnya menyindir salah satu Aparat Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipir (PNS) di kementeriannya dengan ucapan “ yang gaji kamu siapa”. 
Harus disadari bahwa sifat Al Mutakabbir itu adalah salah satu Asmaul Husna, artinya yang Maha Membaggakan diri. Sifat itu hanya boleh dimiliki oleh Allah selaku Al Khaliq ( Yang Maha Pencipta) dan Al Mudabbir ( Yang Maha Mengatur). Sementara manusia sama sekali tidak dibolehkan memiliki sifat tersebut. Bahkan Allah sangat membenci orang orang yang sombong dan membanggakan diri. 
Fir’aun begitu sombong dengan kekuasaannya, sampai dia mengaku dirinya sebagai tuhan yang harus disembah. Jika rakyatnya tidak mau tunduk dan patuh pada perintah untuk menyembahnya, maka sudah pasti mereka akan mendapat pemenjaraan, penyiksaan bahkan pembunuhan. 
Kasus Rudiantara  yang  mengeluarkan ucapan “yang gaji kamu siapa”, menampakkan pemikiran sekuler yang memisahkan antara agama dan kehidupan. Cara berfikir yang sangat parah. Pemikiran sekuler membuat umat tidak tunduk dan patuh kepada syari’at Allah sehingga terjerumus kepada kehidupan yang rusak dan jauh dari keberkahan. 
Sepertinya dia lupa bahwa rizki seseorang itu sudah ditentukan dan diatur oleh Allah SWT. Allah melapangkan rizki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan menyempitkan bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Tentu sangat tergantung kepada tingkat ketakwaan. Sejauh mana seseorang taat, tunduk dan patuh pada ketentuan Allah. 
Oleh karena itu, umat harus dikembalikan kepada pemahaman Islam secara kaffah. Pemahaman bahwa manusia sebagai hamba Allah harus rela diatur oleh Allah, taat pada syari’at Nya, agar kehidupan menjadi berkah. Rizki seseorangpun ditentukan dan diatur oleh Allah, rizki itu bukan dari penguasa. Rizki penguasa sendiri juga dari Allah. Justru penguasa akan diminta pertanggung jawaban nanti di hadapan Allah jika kesejahteraan rakyatnya tidak terpenuhi. 
Kalau Rudi bertanya kepada ASNnya “ yang gaji kamu siapa”, maka kita mengembalikan pertanyaan itu kepada Rudi, yang memberikan rizki kamu dan penguasamu selama ini siapa ?
Kembali kepada Al Quran. Sesungguhnya Allah adalah satu-satunya pemberi rizki, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal itu. Karena Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ
“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)
Allah mampu memberikan rizki kepada setiap makhluk, dan tidak butuh berserikat dalam hal ini. Oleh karena itu sangat tidak pantas seorang hamba mengeluarkan ucapan tersebut, karena rizki dia sendiri juga ditentukan oleh Allah. Seandainya Allah berkehendak, maka bisa saja Allah menghentikan rizki untuk dia yang sombong itu. 
Maka tidak ada selain-Nya yang dapat membuka pintu rizki tersebut. Allah Ta’ala berfirman,
مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2). 
Itu memang benar, tidak mungkin ada yang dapat memberikan makan  dan minum ketika Allah menahan rizki tersebut. Termasuk seorang penguasa tidak dapat memberikan rizki kepada rakyatnya, seorang pimpinan tidak dapat memberi gaji kepada bawahannya, jika Allah berkehendak menghentikannya. 
Sudah saatnya ummat kembali kepada Islam kaffah. Karena hanya sistem Islam yang akan mengembalikan ummat kepada kemuliaan dan meujudkan rahmat bagi seluruh alam. Buang jauh jauh sistem sekuler yang memisahkan agama dengan kehidupan yang membuat Allah murka, sehingga kehidupan penuh kesulitan dan kebingungan.[]

Comment