![]() |
| Yuhana Kartika |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sistem yang rusak membuat rakyat semakin melarat, hingga tak bisa membenarkan mana yang salah dan mana yang benar. Mana teman dan mana lawan. Realitas yang rusak ini telah begitu menikung kehidupan umat. Seluruh urusan mereka dikendalikan bukan oleh negara mereka, melainkan di lakukan oleh tangan tangan asing yang menggantikan mereka.
Kapitalisme dan kepentingan nasional telah membutakan mata hati para pemimpin muslim termasuk Arab Saudi yang seharusnya menolong saudara seakidah, tapi malah tunduk di hadapan negara yang menumpahkan darah saudranya. Pernyataan putra mahkota Arab Saudi, Muhamad Bin Salman yang mendukung pembangunan kamp konsentrasi untuk muslim Uighur sungguh peryataan yang sangat memilukan kaum muslim.
Kiblat.net- Presiden Cina Xi Jinping, mengatakan kepada putra mahkota bahwa kedua negara harus memperkuat kerja sama internasional tentang deradikalisasi guna memecah infiltrasi dan pengebaran pemikiran yang di anggap eksterm.
Cina memiliki hak untuk melakukan pekerjaan anti-terorisme dan ekstremisme untuk keamanan nasionalnya” kata Bin Salman, yang telah berada di china mendatangani banyak kesepakatan dagang pada jumat(22/02/2019).
Mereka kaum kafir mengembalikan kondisi kaum muslim dari kemuliaan menjadi penuh kehinaan, dari kebangkitan menjadi kemunduran hingga mereka menjadi tidak disini ataupun tidak disana, tidak di anggap ada dan penting. Propaganda penjajah ini tampak sangat mempengaruhi kaum muslim, sehingga akhirnya mereka dapat dikendalikan oleh ide-ide yang mengalahi dan bertentangan dengan islam.
Menggolong bukan menolong
Kita tau persis bahwa apa yang dilakukan China terhadap muslim uighur merupakan suatu kejahatan yang sungguh kejam tak hanya siksaan, tapi mereka juga kerap memberlakukan aturan tak masuk akal seperti melarang puasa saat ramadhan, melarang pengajian, hingga melarang shalat berjemaah.
Dan anehnya lagi putra mahkota arab Saudi malah mendukung dan menandatangi banyak kesepakatan dengan presiden China. Sungguh ironis bukan? Yang seharusnya mempertahankan dan melindungi umat islam dari cengkraman penjajahan, tetapi malah menyerahkan kepada antek antek yang hina lagi kejam. Kaum muslim dihela bagaikan ternak yang diseret tanpa daya. Saat ini kaum muslim benar menjadi buih, bagaikan buih yang mengalir. Fikiran-fikiran kapitalisme menjadi wadah penampungan bagi mreka.
Dunia butuh khilafah
Sesungguhnya tujuan kita adalah merubah realita yang rusak menjadi realita yang benar. Mengangkat diri dari titik yang paling rendah menuju kemuliaan, mengembalikan umat ketempatnya yang luhur. Sungguh dunia ini butuh khilafah, karena hanya khilafah yang benar benar menerapkan hukum allah. Yang berlandasan pada al-Quran dan sunnah. Yang mampu menjaga dan menjamin keselamatan umat islam. Wallahu a’lam bish shawab.[]
Penulis adalah Mahasiswi UIN IB Padang, Jurusan Hukum Tata Negara















Comment