RADARINDONESIANEWS.COM, SLEMAN — Semangat mencintai dan mempelajari Al-Qur’an mewarnai pelaksanaan Wisuda Bersama Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) se-Kalurahan Condongcatur dalam rangka Muharram Fair 1448 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa, 16 Juni 2026, itu menjadi ajang apresiasi bagi para santri yang telah menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Qur’an di TPA masing-masing.
Mengusung tema “Al-Qur’an sebagai Cahaya Petunjuk Menuju Keselamatan”, kegiatan tersebut diselenggarakan Forum TPA Kalurahan Condongcatur. Sebanyak 193 santri dari 26 TPA mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung khidmat.
Orang tua santri, para ustaz dan ustazah, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan turut hadir menyaksikan momen tersebut.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah seorang wisudawan berusia 68 tahun dari TPA Masjid Mujahidin Karangasem. Kehadirannya menjadi simbol bahwa menuntut ilmu, khususnya mempelajari Al-Qur’an, tidak mengenal batas usia.
Semangat belajar dapat tumbuh sepanjang hayat selama masih ada kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Ketua Forum TPA Kalurahan Condongcatur, Suyitno, mengatakan wisuda bersama merupakan agenda yang digelar setiap tiga tahun sekali. Kegiatan tahun ini sekaligus menjadi penutup masa bakti kepengurusan Forum TPA periode 2023–2026.
“Acara ini merupakan agenda tiga tahunan sekaligus agenda pamungkas pengurus Forum TPA Kalurahan Condongcatur periode 2023–2026. Kami berharap kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan dan mengembangkannya menjadi kegiatan yang lebih besar, lebih baik, dan semakin memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Suyitno.
Pelaksana Tugas Lurah Condongcatur, Budiarto, mengapresiasi dedikasi Forum TPA, para pengajar, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurut dia, pembinaan karakter dan pendidikan keagamaan sejak usia dini merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda.
“Kegiatan ini sangat positif sebagai bentuk pembinaan karakter dan pendidikan keagamaan bagi generasi muda. Semoga ke depan dapat terus berlanjut dan bahkan berkembang hingga tingkat kapanewon, kabupaten, maupun jenjang yang lebih luas,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Saiful Haq menegaskan bahwa para santri yang diwisuda merupakan aset berharga bagi masyarakat sekaligus calon generasi penerus bangsa. Ia mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, bukan sekadar bacaan yang selesai dipelajari setelah wisuda.
Saiful mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Menurut dia, pesan tersebut menjadi motivasi agar para santri terus membiasakan diri membaca, memahami, dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menjadi ajang penghargaan atas capaian para santri, Wisuda Bersama TPA se-Kalurahan Condongcatur juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarlembaga TPA serta memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara keluarga, pengajar, dan lingkungan dalam membentuk generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Melalui Muharram Fair 1448 Hijriah dan Wisuda Bersama Santri TPA ini, masyarakat berharap budaya mencintai Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah kehidupan sosial.
Dari proses pembinaan yang berkelanjutan tersebut diharapkan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca kitab suci dengan baik, tetapi juga menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam membangun kehidupan yang damai, berintegritas, dan penuh kemaslahatan.[]














Comment