BSP 2025: Bergerak Berjamaah Bangun Kembali Gaza

Nasional332 Views

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA — Aqsa Working Group (AWG) resmi membuka Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2025 di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara III DPR RI, Jakarta, Sabtu (1/11/2025). Acara bertema “Bergerak Berjamaah Bangun Kembali Gaza Demi Pembebasan Masjid Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina” ini dihadiri berbagai tokoh bangsa, pejabat negara, ulama, dan aktivis kemanusiaan.

Pembukaan BSP menjadi penanda dimulainya rangkaian aksi solidaritas yang digelar sepanjang November di berbagai daerah di Indonesia. Agenda tahunan ini merupakan bentuk dukungan publik terhadap perjuangan rakyat Palestina serta pembebasan Masjid Al-Aqsa dari pendudukan Israel.

Momentum Sejarah

Ketua Presidium AWG, Muhammad Anshorullah, mengatakan bulan November memiliki arti penting dalam sejarah perjuangan Palestina. Ia menyebut lima peristiwa yang menjadi tonggak: Deklarasi Balfour 1917, wafatnya pejuang Izzuddin Al Qassam 1935, rencana pembagian wilayah (Partition Plan) oleh PBB tahun 1947, deklarasi kemerdekaan Palestina di Aljazair tahun 1988, dan wafatnya Yasser Arafat pada 2004.

“Bulan ini bukan hanya peringatan historis, tapi panggilan moral untuk melanjutkan perjuangan,” ujar Anshorullah. Menurutnya, BSP sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 dan semangat politik luar negeri bebas aktif yang diwariskan sejak masa Presiden Soekarno.

Ia menambahkan, BSP 2025 digelar di tengah situasi yang kian memprihatinkan di Gaza. “Meski gencatan senjata telah disepakati, blokade dan serangan udara masih terus terjadi. Karena itu, BSP tahun ini menjadi kampanye moral dan politik untuk menentang genosida yang dilakukan Israel dengan dukungan Amerika Serikat,” katanya.

Anshorullah juga mengumumkan inisiatif pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak Indonesia di Gaza oleh AWG dan Maemuna Center Indonesia, yang telah mendapat dukungan dari Kementerian Luar Negeri RI. “Ini bentuk nyata solidaritas bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sejumlah tokoh hadir dalam pembukaan, antara lain Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta, Staf Ahli Kemenlu Prasetyo Hadi, Penasihat Kedutaan Palestina Deyaeddin M.A. Alnamourah, serta Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof. Sudarnoto Abdul Hakim.

Turut hadir pula Imaam Yakhsyallah Mansur, Dr. Adhyaksa Dault, Ustaz Abul Hidayat Saerodjie, dan Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, bersama para duta besar negara Timur Tengah serta aktivis kemanusiaan seperti dr. Sarbini Abdul Murad dan Annisa Theresia.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa solidaritas terhadap Palestina menjadi isu lintas lembaga dan lintas lapisan masyarakat di Indonesia.

Ketua BSP 2025, Nur Hadis, menegaskan bahwa BSP bukan sekadar agenda seremonial. “BSP adalah wujud cinta yang diterjemahkan dalam aksi. Setiap kegiatan adalah bentuk pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa dan rakyat Palestina,” ujarnya.

Sementara Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera, menilai perjuangan membela Palestina merupakan ujian kemanusiaan sekaligus keimanan. “Palestina adalah bukti iman kita. Ayo terus bela, hingga Palestina merdeka,” katanya.

Rangkaian Kegiatan

Sepanjang November 2025, AWG dan jaringan nasionalnya akan menggelar berbagai kegiatan:

Daurah Baitul Maqdis bersama Syekh Prof. Dr. Abd Fattah El-Awaisi di Semarang

Pengibaran bendera Palestina–Indonesia di 23 gunung di seluruh Indonesia

Expo Palestina dan bedah buku di Taman Ismail Marzuki

Festival Baitul Maqdis, Solidarity Run, konvoi dan Gowes Cinta Al-Aqsa

Apel 1.000 Relawan untuk Palestina

Pengibaran bendera di Sungai Kapuas dan Mahakam, serta berbagai kuliah umum dan talkshow.

Kegiatan tersebut melibatkan masjid, pesantren, kampus, dan komunitas kemanusiaan di seluruh Indonesia.

“BSP adalah panggilan sejarah,” ujar Anshorullah menutup sambutan.

“Kita bergerak berjamaah, membangun kembali Gaza, hingga bendera Palestina berkibar merdeka di tanahnya sendiri.”[]

Comment