Presiden Prabowo: NU Teladan dalam Merawat Persatuan Bangsa

Nasional25 Views

RADARINDONESIANEWS. COM, MALANG — Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi peran Nahdlatul Ulama (NU) yang dinilainya konsisten menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut Presiden, NU memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan moral yang meneduhkan kehidupan kebangsaan Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada acara Mujahadah Kubra Satu Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Ahad (7/2/2026). Ratusan ribu jamaah NU dari berbagai daerah tampak memadati stadion untuk mengikuti rangkaian doa dan mujahadah.

Acara tersebut dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf, serta jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU. Turut hadir sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR, Ketua MUI, Kapolri, Panglima TNI, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, para kepala daerah, serta tokoh-tokoh nasional.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan peran historis NU sebagai penjaga kedamaian dan kerukunan antarumat beragama. Ia merujuk pada ajaran para tokoh NU, termasuk Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang selalu menekankan pentingnya melindungi seluruh umat tanpa memandang perbedaan.

“NU selalu memberi contoh menjaga persatuan. Kita boleh berbeda, berdebat, bahkan bertanding, tetapi pada akhirnya semua pemimpin harus rukun dan menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar Prabowo.

Presiden menekankan bahwa persatuan elite nasional dan seluruh rakyat Indonesia merupakan prasyarat utama bagi terwujudnya perdamaian dan kemakmuran bangsa. Sejarah, menurutnya, membuktikan tidak ada bangsa yang kuat jika para pemimpinnya tidak rukun.

“Tidak mungkin ada kemakmuran tanpa perdamaian, dan tidak mungkin ada perdamaian kalau pemimpinnya tidak kompak,” kata Prabowo.

Ia pun mengajak seluruh unsur kepemimpinan nasional untuk mengakhiri politik dendam dan kebencian, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok maupun pribadi.

Selain menyoroti pentingnya persatuan, Presiden juga mengumumkan rencana strategis pemerintah di bidang pelayanan keagamaan, khususnya bagi jamaah haji dan umrah Indonesia. Prabowo menyebut Indonesia untuk pertama kalinya memperoleh lahan di Kota Suci Mekah yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan Kampung Haji Indonesia.

“Kita akan membangun Kampung Haji di Mekah agar jamaah Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik, sekaligus menurunkan biaya haji,” ujarnya.

Presiden menargetkan dalam waktu sekitar tiga tahun ke depan, Kampung Haji tersebut sudah dapat difungsikan dengan kapasitas awal sekitar 1.000 kamar dan akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan.

Menjelang bulan suci Ramadan, Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Islam di seluruh Indonesia. Ia berharap Ramadan dapat dijalani dalam suasana yang tenang, sejuk, dan penuh kedamaian, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas nasional.

Mujahadah Kubra Satu Abad NU ditutup dengan doa yang dipimpin Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Dalam doanya, KH Miftachul Akhyar berharap Nahdlatul Ulama terus menjadi perekat persatuan, penjaga kedamaian, serta garda terdepan dalam merawat kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara.[]

Comment