RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah berkomitmen mempercepat pembentukan ekosistem ekonomi haji dan umrah melalui integrasi berbagai komponen pendukung.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat sekaligus membuka peluang ekspor produk dalam negeri.
Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha KAHMI (Hipka), Ahmad Muntaha, mengatakan momentum Ramadhan menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi pelaku usaha, khususnya alumni HMI, dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini bukan sekadar silaturahim, tetapi forum membangun business environment di kalangan alumni HMI. Gen kewirausahaan harus ditumbuhkan, karena semakin banyak pengusaha lahir, semakin kuat pula fondasi ekonomi bangsa,” ujar Ahmad dalam Ramadhan Business Talk Hipka, Rabu (25/2/2026).
Menurut dia, peluang besar terbuka pada sektor kebutuhan haji dan umrah, termasuk ekspor bumbu, makanan siap saji (ready to eat), serta berbagai kebutuhan konsumsi jamaah. Pelaku industri diharapkan lebih jeli membaca tantangan sekaligus peluang di sektor tersebut.
Senada, Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ismed Saputra menekankan pentingnya perluasan akses pembiayaan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Perlu ada upaya memperluas jangkauan pembiayaan dan melayani sektor-sektor yang belum tersentuh. PIP, yang berada di bawah Kementerian Keuangan, mendapat mandat untuk mengelola dana pembiayaan UMKM agar semakin inklusif,” kata Ismed.
Ramadhan Business Talk Hipka turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Reza Aulia Hakim selaku Direktur Niaga PT Garuda Indonesia serta Ketua Umum BPP Hipka Kamrussamad.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama di Ruang VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta. []









Comment