RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Nias, Sumatera Utara, bekali para kader pendidikan politik bertajuk “Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat”, Rabu (11/3/2026), bertempat di Jalan Gunungsitoli – Idanogawo Km. 21,5 Desa Soewe, Kecamatan Gido.
Kegiatan pendidikan politik ini menghadirkan sejumlah pengurus DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, antara lain Yamitema Tirtajaya Laoly, Samulya Surya Indra, Penyabar Nakhe, dan Sarma Hutajulu.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nias yang juga Ketua DPRD Kabupaten Nias didampingi Sekretaris dan Bendahara, para pengurus partai tingkat DPC dan ratusan kader yang tersebar di sepuluh kecamatan se-Kabupaten Nias.
Kepada awak media ini, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nias, Sabayuti Gulo memaparkan kegiatan pendidikan politik ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman kader terhadap visi dan misi sekaligus membangun soliditas organisasi hingga tingkat akar rumput.
“Pendidikan politik yang diberikan kepada para kader partai PDI Perjuangan bertujuan untuk membentuk kesadaran, meningkatkan kapasitas (kognitif, afektif, psikomotor), dan menanamkan integritas kader sesuai ideologi partai, sehingga dapat menciptakan kader yang kompetitif, beretika,” kata Sabayuti.
Ia menilai, kegiatan pendidikan politik yang rutin dilaksanakan oleh pihaknya ini merupakan langkah positif untuk membangun kekompakan kader partai.
Disamping itu, Sabayuti menambahkan jika pihaknya memiliki beban moral untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam demokrasi yang dimulai dari kerja nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Untuk saat ini kita fokus menunjukkan kerja-kerja nyata terlebih dahulu. Pemilu masih cukup lama, jadi kita buktikan dulu kinerja nyata kepada masyarakat. Dari situ nanti partisipasi masyarakat dalam pemilu akan meningkat dengan sendirinya,” pungkas Sabayuti.
Dari pantauan awak media ini, adapun pembicaraan dalam kegiatan pendidikan politik ini, yakni Pengurus DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Yamitema Laoly.[]









Comment