RADARINDONESIANEWS.COM, BANJARBARU — Pemutaran film Pesta Babi yang digelar di Balai Juang Hajjah Titien (Bajuang Hati), Jalan Purnama 2, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (22/5/2026), berlangsung aman dan tertib. Antusiasme penonton terlihat tinggi sejak acara dimulai seusai salat Jumat.
Kegiatan nonton bareng tersebut difasilitasi Prof Denny selaku pemilik tempat. Gedung Bajuang Hati dipenuhi penonton dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, aktivis, jurnalis, hingga masyarakat umum. Kehadiran mereka mencerminkan besarnya perhatian publik terhadap film tersebut.
Meski sempat terjadi kendala teknis pada sistem suara dan penayangan film, acara tetap berjalan lancar. Situasi berlangsung kondusif dan tidak terjadi penolakan maupun pembubaran seperti yang sempat dikhawatirkan sebagian pihak, sebagaimana terjadi di beberapa daerah lain.
Usai pemutaran film, acara dilanjutkan dengan diskusi terbuka. Selain Prof Denny, hadir pula Eksekutif Produser film Pesta Babi, Ari Trismana, serta Berry Nahdian Furqon dan Krisworo Dwi Cahyono. Diskusi juga diikuti perwakilan warga terdampak persoalan lahan dari Sido Mulyo, Banjarbaru, dan Bakambit, Kotabaru.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah peserta menilai persoalan yang tergambar dalam film memiliki kemiripan dengan berbagai persoalan sosial yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.
Para pembicara juga menyampaikan pesan serupa mengenai pentingnya mengambil peran dalam upaya memperjuangkan kebaikan, meski melalui langkah-langkah kecil.
Prof Denny dalam paparannya menegaskan pentingnya pengetahuan sebagai dasar perjuangan sosial.
“Basis dalam perjuangan seperti ini adalah ilmu dan pengetahuan. Selama kita punya intelektualitas, kita dapat menyaring hoaks serta manipulasi berita maupun data,” ujar Prof Denny.[]









Comment