Mahasiswa Terjebak Bullying, Sadarkan dengan Islam 

Opini941 Views

 

Penulis: Retno Sari, Mahasiswi UIN Jambi

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Kasus perundungan (bullying) belakangan ini kerap sekali terjadi di tengah-tengah kita, baik terjadi di kalangan anak anak sampai dewasa. Belum lama ini terjadi kasus bullying di Jambi tepatnya di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syaifuddin (UIN STS) Jambi. Dikutip dari detik.news.com “Video mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi di dalam lift dirundung sejumlah mahasiswa viral di media sosial (medsos). Para mahasiswi terganggu karena pintu lift tak kunjung tertutup karena dimainkan sekelompok mahasiswa itu.

Pihak kampus UIN Jambi mengambil tindakan atas kejadian ini. Mereka menyayangkan ulah para mahasiswa yang mengganggu mahasiswi saat akan menggunakan lift tersebut.”

Generasi lupa jati diri

Dari kasus tersebut dapat terlihat bahwa kasus – kasus bullying dapat terjadi di kalangan apapun, baik anak anak sampai yang katanya dilabeli dengan “mahasiswa” yang seharusnya paham betul bahwa hal seperti tindakan perundungan/bully adalah tindakan yang dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri di kemudian hari. Tetapi kenapa mereka justru ikut terjebak dalam tindakan tersebut.

Sejatinya, ketika seseorang telah baligh maka telah sempurna akalnya untuk dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Namun bisa kita lihat kebanyakan mahasiswa sekarang tidak memikirkan akibat apa yang akan ia terima sebelum ia perbuat.

Kebanyakan mahasiswa sekarang telah terjebak pada pandangan hidup yang salah. Mereka melakukan sesuatu hanya memikirkan untung bagi dirinya bukan orang lain. Sistem sekuler lah yang telah mencetak generasi tersebut. Yakni sistem yang mengusung pemisahan agama dari kehidupan.

Sistem yang memfasilitasi mahasiswa untuk bertindak bebas, yang artinya mereka bebas berperilaku, berpendapat, dll. Kebebasan inilah membuat mereka semakin menjauhkan diri dari nilai – nilai agama. Agama tidak lagi dipandang sebagai pedoman dalam tingkah laku mereka.

Meski struktur kurikulum yang berkaitan dengan penguatan sikap dan karakter diperkuat, tetap tidak bisa menyelesaikan masalah bullying selama negara masih menerapkan sistem pendidikan sekuler.
Sistem pendidikan saat ini telah gagal mencetak generasi yang bertakwa dan berakhlak mulia.

Sistem Pendidikan Islam

Sistem Pendidikan Islam memiliki konsep yang sempurna. Di dalam Islam, negara memikirkan bagaimana mencetak kepribadian islam generasi kedepannya, memikirkan bagaimana generasi yang akan menjadi pemimpin peradaban dunia kelak. Sistem pendidikan Islam akan menargetkan terbentuknya kepribadian anak didik sebagai individu yang siap membangun peradaban.

Pembentukan kepribadian Islam bagi seseorang sangat diperlukan sehingga ia akan mempunyai pedoman dalam bertingkah laku. Dan hal ini perlu diterapkan dengan seperangkat aturan yang sahih yang dapat mencegah bullying.

Islam memiliki aturan yang paripurna, aturan islam bukan hanya mengatur ranah privat saja, tetapi juga mengatur segala aspek kehidupan, termasuk pergaulan, ketika bergaul dengan sesama manusia, seseorang harus terbiasa terikat dengan aturan.

Ada aturan terkait akhlak yang bisa menjadi pedoman dalam bergaul sehingga seseorang bisa mengarahkan naluri kekerasan, misalnya bullying menjadi naluri yang penuh kasih sayang. Juga ditanamkan kepada seseorang tentang ketakwaan individu bahwa perbuatan mereka akan selalu dimintai pertanggungjawaban kelak. Perlu upaya bersama untuk memutus permasalahan seperti seperti bullying ini.

Memutuskan masalah ini harus dimulai dari hal-hal yang mendasar yaitu nengubah sistem pendidikan sekuler saat ini menjadi sistem pendidikan Islam. Dengan sistem pendidikan Islam akan terlahir generasi yang bertindak dan bertingkah laku berdasarkan nilai-nilai Aqidah Islam.

Hal ini pun perlu peran orang tua, guru, dan masyarakat agar seseorang tidak terseret menjadi pelaku bullying. Sebagai generasi muda saat ini patutlah seharusnya mahasiswa sekarang sadar bagaimana seharusnya ia bertingkah laku karena sejatinya segala sesuatu kelak akan dimintai pertanggung-jawaban.

Sehingga hal terbaik yang bisa dilakukan seorang mahasiswa adalah menyadari bahwa mempelajari akidah Islam sangatlah penting.[]

Comment