by

Ade Rita: Butuh Pemimpin Kuat Dan Ditakuti

-Opini-33 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Gelombang aksi kecaman kepada presiden Prancis berlangsung di berbagai negara muslim di dunia. (CNN Indonesia, 27 Oktober 2020)

Aksi ini tentu adalah buntut dari pernyataan presiden nya, Emmanuel Macron yang telah menghina Islam dengan mengatakan Islam agama teroris sekaligus pernyataannya bahwa ia tetap tidak akan melarang percetakan kartun nabi Muhammad Saw, karena menurutnya itu adalah bentuk kebebasan berekspresi.

Padahal nabi Muhammad Saw adalah seorang nabi, sosok mulia yang siapapun tau tidak boleh digambar rupa nya dalam bentuk apapun. Menggambar nya apalagi dalam bentuk kartun jelas sebuah penghinaan besar bagi umat Islam.

Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia pun bereaksi demikian, mengecam dan menyerukan boikot produk Prancis.

Ini tentu satu hal yang perlu diapresiasi karena ini menunjukkan bahwa ghiroh membela nabi Muhammad Saw masih menggelora di benak kaum muslimin.

Hanya saja dalam hal ini, kecaman dan boikot produk Prancis belum cukup untuk memberi pelajaran pada mereka yang sudah berani menghina Islam. Kecaman dan boikot produk Prancis tidak akan berlangsung lama dan juga tidak berpengaruh besar terhadap Prancis dan ekonomi nya.

Harus ada upaya lain agar peristiwa penghinaan terhadap Islam dan nabi Muhammad Saw tidak terulang lagi, baik oleh Prancis atau siapapun yang membenci Islam.

Melihat hal ini, kita diingatkan dengan satu kisah di masa kekhalifahan dibawah kepemimpinan Sultan Abdul Hamid (1876-1909). Kala itu Prancis berencana mengadakan pementasan drama yang diadaptasi dari karya “Voltaire”.

Pementasan drama tersebut berisi penghinaan terhadap nabi Muhammad Saw. Mendengar kabar tersebut Sultan Abdul Hamid langsung bereaksi memanggil Prancis dan mengancamnya dengan mengatakan “Jika Prancis tetap melanjutkan pementasan drama tersebut maka aku (Sultan Abdul Hamid) akan menghancurkan negeri mu(Prancis).

Mendengar ancaman tersebut pemimpin Prancis pun ketakutan dan membatalkan rencana pementasan drama tersebut.

Begitulah seharusnya sosok pemimpin muslim, kuat dan tegas dalam membela agamanya serta ditakuti dan disegani. Terlebih saat itu Islam berada dibawah satu kepemimpinan Khilafah yang bisa membuat gentar musuh musuh Islam.

Pemimpin kuat dan tegas membela Islam itu hanya ada jika kaum muslimin mau kembali kepada Islam dan bersatu padu dengan seorang pemimpin yang mampu menaungi seluruh kaum muslimin di dunia.

Dalam satu hadist disebutkan ” Imam adalah junnah (perisai) orang orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung….(H.R Al Bukhori, Muslim, An Nasai dan Ahmad).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 10 =

Rekomendasi Berita