by

Afriana Wahyu Lestari*: Dispensasi Nikah Tak Teratur Dan Prematur 

-Opini-20 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pernikahan merupakan penggabungkan dua insan menjadi satu jiwa. Hubungan yang begitu sakral dan ibadah terlama begitu katanya.

Tapi bagaimana jika pernikahan hanya dijadikan sebagai tameng, simbol, status atau mungkin penutup aib?

Naudzubillahiminzalik, nyata adanya, data permohonan dispensasi nikah Jepara, Jawa Tengah tercatat sebanyak 240 pemohon tercatat mulai Januari hingga Juli. Sementara usia pemohon dispensasi nikah ada yang berusia 14 tahun hingga 18 tahun.

240 siswa SMA di Jepara mengajukan dispensasi nikah karena hamil di luar nikah, tidak semuanya lulusan SMA.
(https://www.jawapos.com/jpg-today/26/07/2020/ratusan-pemohon-dispensasi-nikah-tidak-semua-karena-hamil-duluan/)

Dosen FH Unpad Sonny Dewi Judiasih menjelaskan, praktik perkawinan di bawah umur rentan terjadi pada perempuan di pedesaan yang berasal dari keluarga miskin serta tingkat pendidikan yang rendah.

Sejumlah faktor yang memengaruhi praktik pernikahan dini ini di antaranya adanya faktor geografis, terjadinya insiden hamil di luar nikah, pengaruh kuat dari adat istiadat dan agama, hingga minimnya akses terhadap informasi kesehatan reproduksi.
(https://edukasi.kompas.com/read/2020/07/08/131828971/pakar-unpad-angka-pernikahan-dini-melonjak-selama-pandemi?page=all).

Dispensasi nikah adalah pemberian hak menikah kepada calon mempelai laki laki dan perempuan yang masih di bawah umur.

Dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perkawinan ini menjangkau batas usia untuk melakukan perkawinan, batas minimal umur perkawinan bagi wanita dipersamakan dengan batas minimal umur perkawinan bagi pria, yaitu 19 tahun.

Data ratusan remaja mengajukan dispensasi nikah di berbagai daerah menegaskan adanya dua permasalahan yang lahir dari kebijakkan dispensasi nikah ini.

Pertama dijalankan bersamaan dengan pendewasaan usia perkawinan dengan harapan dapat menurunkan angka pernikahan dini. Kedua, menjadi jalan keluar untuk memaklumi fenomena seks bebas di kalangan remaja.

Lantas dimana letak salah dari dispensasi nikah tersebut?

Pernikahan tak lagi menjadi momen sakral, suci. Namun berubah menjadi penutup aib yang kini kian trend, hal lumrah bukan tabu di kalangan masyarakat.

Zina kian marak, hamil di luar nikah hal yang biasa saja.

Bobroknya pergaulan remaja hingga banyaknya kasus perceraian terjadi dimana mana.

Imbasnya tak ada lagi, penerus generasi bangsa yang memiliki akhlak beriman.

Tentu sebagai masyarakat yang peduli akan nasib generasi, kebijakkan ini wajib dikritisi. Sejatinya yang dibutuhkan bukan larangan nikah dini dan dispensasi nikah untuk menyelesaikan permasalahan remaja yang ada.

Diperlukan upaya edukasi kepada masyarakat dan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang sering tidak jelas.

Dispensai nikah ada karena adanya institusi yang tidak mampu memberikan aturan yang membuat jera,
Sistem yang dibuat lagi dan lagi hanya memakai kacamata benar salah menurut versinya.

Gamblangnya hukum membuat masyarakat manja, sehingga hukuman tak membuat mereka jera, bahkan tak dapat menyadari kesalahannya.

Tak hanya itu saja, masyarakat juga di hasut oleh film dan tontonan yang tak layak dijadikan tuntunan.

Di Kalangan remaja banyak dijumpai film FTV yang menceritakan cinta remaja tanpa rambu rambu. Bablas los doll. Edukasi yang keliru membuat proses berfikir buntu.

Astagfirullah, sesungguhnya hidup ini sangat singkat. Sudah selayaknya sebagai kaum beriman memiliki ketaatan yang sempurna. Taat adalah benteng kita untuk hidup di jalan yang lurus, menjadikan benar salah sesuai aturan Allah.

menaati aturan tanpa memilih aturan yang cocok dan tidak dengan gaya hidup kita.

Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”
(QS. Al Baqarah: 208)

Penerapan Islam secara kaffah satu satunya kunci agar kita bisa hidup maju dan sejahtera, peradaban lebih tertata dan generasi muda pun berakhlak mulia.
Hanya penerapan Islam secara kaffah yang mampu mewujudkan itu semua.

Hukum tak lagi dipandang sebelah mata.
Rindu dengan sistem keemasan yang bertahta 13 abad lamanya.

Penerapan sistem aturan yang dibingkai dalam daulah .Wallahua`lam.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + four =

Rekomendasi Berita