Alumni MAN IC Serpong Ciptakan Srikandi, Mesin Pengelolaan Sampah Berbasis AI

RADARINDONESIANEWS.COM, TANGERANG SELATAN — Tiga alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Serpong menciptakan inovasi mesin pengelolaan sampah pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diberi nama Srikandi. Inovasi ini dikembangkan oleh Zhafir, Rayhan, dan Galih, alumni angkatan 22 MAN IC Serpong, melalui startup teknologi Nusabin.

Srikandi dirancang sebagai sistem pengelolaan sampah berbasis artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan robotika yang mampu memilah sampah secara otomatis sejak dari hulu.

Inovasi ini bertujuan memudahkan proses pemilahan sampah sekaligus membangun kebiasaan positif di lingkungan pendidikan, khususnya madrasah.

Menurut Zhafir, Srikandi dikembangkan agar pengelolaan sampah tidak lagi dianggap rumit dan membebani pengguna. Dengan teknologi cerdas, proses pemilahan dapat dilakukan secara efisien tanpa memerlukan upaya tambahan dari pengguna.

“Srikandi kami mulai di MAN Insan Cendekia Serpong sebagai titik awal, sejalan dengan tagline Nusabin, It Must Be Simple!,” ujar Zhafir di Serpong, Jumat (9/1/2026).

Rayhan menambahkan, inovasi tersebut lahir dari semangat alumni untuk memberikan dampak nyata, dimulai dari lingkungan tempat mereka menimba ilmu.

Ia menilai Srikandi merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai MAN IC Serpong, Belajar adalah Ibadah, Prestasi adalah Dakwah, dalam kehidupan sehari-hari.

“Srikandi menjadi simbol perubahan. Kebiasaan kecil, seperti membuang sampah, bisa berdampak besar bagi lingkungan,” kata Rayhan.

Sementara itu, Galih menjelaskan bahwa Nusabin didirikan pada Juli 2025 oleh sahabat lama semasa belajar di IC Serpong yang kembali bertemu setelah menyelesaikan studi dan memasuki dunia kerja. Mereka adalah Ariz, Rayhan, dan Galih.

“Keinginan untuk membuat inovasi ini sudah ada sejak kami masih bersekolah di IC Serpong, tetapi baru menemukan pola dan mekanismenya setelah lulus,” ungkap Galih.

Kepala MAN IC Serpong, Hilal Najmi, menyampaikan bahwa Srikandi merupakan bagian dari pilot project Nusabin yang telah diuji coba di MAN IC Serpong pada 8–22 Desember 2025. Selama periode tersebut, civitas akademika madrasah merasakan langsung manfaat pemilahan sampah otomatis.

“Srikandi adalah tempat sampah pintar yang mampu memilah, merekam, dan melaporkan data sampah secara otomatis. Cukup membuang sampah seperti biasa, tanpa sadar pengguna telah melakukan tiga hal sekaligus,” jelas Hilal Najmi.

Menurutnya, inovasi ini bersifat solutif karena membantu pengelolaan sampah tanpa memerlukan effort berlebih. Ia menilai tantangan utama persoalan sampah terletak pada edukasi dan regulasi, sehingga inovasi berbasis teknologi menjadi salah satu jawaban yang relevan.

“MAN IC tentu mendukung setiap karya dan kreasi alumninya, termasuk dengan memberikan masukan untuk pengembangan Srikandi ke depan,” pungkasnya.[]

Comment

Rekomendasi Berita